Menikmati Budaya yang Beragam di Tiongkok

Masjid Niujie Distrik Xicheng, Beijing China. - JIBI/Bisnis Indonesia/Lili Sunardi
20 April 2018 19:35 WIB Lili Sunardi Wisata Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja, BEIJING-Muslim di Tiongkok menyebar di hampir seluruh pelosok. Meski negara ini adalah negara komunis, dikuasai Partai Komunis, tetapi kehidupan muslim di sana sangat baik. Muslim di sana bahkan menjejakkan peradaban yang patut dikagumi sebagai bagian dari budaya Tiongkok.

Salah satunya adalah komunitas muslim di Distrik Xicheng, Beijing. Di distrik tersebut berkembang kebudayaan Islam dengan Masjid Niujie sebagai pusatnya. Masjid dengan arsitektur Tiongkok itu menjadi tempat muslim di Beijing melakukan aktivitas beribadahnya.

Berbeda dengan Masjid di Indonesia, Masjid Niujie menetapkan waktu salat agar masyarakat dapat melakukannya secara berjemaah, karena tidak dapat mengumandangkan azan dengan keras hingga terdengar ke luar kompleks masjid. Misalnya saja waktu Salat Jumat ditetapkan pada pukul 13.30 waktu setempat, meski pun waktu zuhur ketika itu dimulai sejak 11.59 waktu setempat.

Hal itu tentu berbeda dengan di Indonesia yang selalu melaksanakan Salat Jumat di awal waktu zuhur. Selain itu, lokasi melaksanakan salat bagi pria dan perempuan di Masjid Niujie pun dilakukan di bangunan yang terpisah.

“Bangunan Masjid Niujie sangat berbeda dengan di Indonesia, tetapi sangat menarik dapat melaksanakan salat di tempat ini,” kata Regi, Pelajar asal Indonesia yang sedang melakukan studi banding di Tiongkok.

Masjid Niujie dibangun pada 996 saat Dinasti Liao berkuasa. Sempat dihancurkan oleh tentara Mongol pada 1215, masjid tersebut dibangun kembali oleh Dinasti Ming pada 1443, dan diperluas pada era pemerintahan Dinasti Qing.

Masjid Niujie memiliki beberapa bangunan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Muslim untuk berkumpul dan bercengkrama. Di tengah kompleks masjid itu juga terdapat kantor pengelola masjid dan toko yang menjual berbagai pernak-pernik Islam.

Di sekitar Masjid Niujie pun terdapat toko dan restoran yang menjual masakan halal. Sebagian besar penjualnya pun menggunakan peci putih yang juga menjadi identitas seorang muslim pria di distrik tersebut.

Presiden Joko Widodo pun menyempatkan mampir ke masjid tersebut disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road di Beijing pada pertengahan 2017. Saat itu Presiden Jokowi mengaku kaget dengan jumlah masyarakat Muslim di Tiongkok yang mencapai 23 juta orang.

Selain Niujie, sebenarnya masih ada masjid lain di Beijing, yakni Masjid Dongsi, Masjid Huashi, Masjid Dongzhimen dan Masjid Nan Douya di Distrik Dongcheng, Masjid Haidian dan Masjid Madian di Distrik Haidian, Masjid Dewai dan Masjid Jinshifang di Distrik Xicheng, Masjid Changying di Distrik Chaoyang.

 

Adplus Tokopedia