Puncak Becici, Sejuknya Hutan Pinus & Kerumunan Burung Dara

Gardu Pandang Puncak Becici - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
14 Juni 2018 14:35 WIB Bernadheta Dian Saraswati Wisata Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Ingin menikmati kesejukan hutan pinus sembari bersahabat dengan burung dara? Puncak Becici tempatnya. Objek wisata ini menawarkan eksostisme alam serta hawa segar yang menyejukkan tubuh dan pikiran.

Puncak Becici adalah salah satu tempat wisata di yang terletak di Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Dlingo, Bantul. Objek wisata ini menjadi salah satu destinasi menarik selain wisata pinus lainnya seperti Hutan Pinus Mangunan, Pengger, Lintang Sewu, dan wisata pinus lainnya di Dlingo.

Berbeda dengan kawasan hutan pinus Mangunan, kawasan Puncak Becici masih disadap getahnya sehingga pengunjung akan menemukan wadah-wadah di setiap pohon untuk menampung getah.

Kawasan ini mudah dijangkau. Pengunjung bisa melewati Jalan Jogja-Wonosari. Sampai perempatan Patuk, tinggal belok kanan dan mengikuti jalan arah ke Dlingo. Di sepanjang jalan itu, Anda akan menemukan banyak objek wisata pinus yang menawarkan keunikan-keunikannya tersendiri, salah satunya Becici.

Tiket masuknya tak mahal, hanya sekitar Rp2.500 per orang. Dari pintu kedatangan, Pengunjung langsung disambut dengan deretan mobil jip yang siap mengantarkan pengunjung melakukan touring keliling Dlingo.

Ipung Ketua Koperasi Notowono yang salah satunya membawahi objek wisata Puncak Becici menjelaskan, ada tiga rute yang ditawarkan penyedia jasa jeab tersebut. Rute pendek, sedang, dan panjang. Tarifnya mulai Rp250.00-Rp700.000.

“Kalau rute pendek bisa dapat dua tempat wisata, sedang tiga sampai empat wisata, dan kalau panjang bisa semua. Wisata Watu Goyang sampai Jelajah Sawah Pertanian Bowongan (JSPB) Songgolangit Sukorame,” katanya, belum lama ini.

Memasuki pintu masuk Puncak Becici, deretan warung makan menyambut pengunjung dengan menawarkan berbagai menu makanan dan minuman. Ada bakso, mi instan, kopi, dan minuman panas maupun dingin lainnya.

Tak perlu takut, harganya cukup terjangkau di kantong anak muda yaitu tak lebih dari Rp5.000 untuk minuman dan tak lebih dari Rp10.000 untuk makanan. Ada pula pedagang yang menjual sandal khas Jogja, kalung dan juga kaus.

Sesuai namanya, titik menarik pada objek wisata ini adalah pada puncaknya. Dari parkiran menuju Puncak Becici, Anda harus berjalan sekitar 500 meter dengan rute yang menanjak. Tak perlu khawatir, jalannya mudah dilalui dan tidak seperti track naik gunung yang penuh dengan rerimbunan rumput dan ilalang itu.

 

Aneka Tempat Swafoto

Sepanjang perjalanan ke puncak, Anda bisa menikmati berbagai wahana swafoto yang sengaja diciptakan oleh warga dan pengelola. Oh iya Pengunjung, objek wisata ini masih bergantung dari swadaya masyarakat sehingga belum sepenuhnya bergantung pada pemerintah, sehingga warga harus ikut bahu-membahu menyumbangkan tenaga, ide kreatif, dan dana untuk membuat Becici banyak dikunjungi orang.

Beberapa spot foto menarik ada yang berbentuk rumah Marsupilami. Posisinya langsung membelakangi pemandangan Jogja dari ketinggian. Bahkan jika cuaca mendukung, Gunung Merapi juga akan tampah indah dari kejauhan. Ada pula spot jamur yang terbuat dari tumpukan ranting-ranting pohon, panggung hiburan, dan juga gazebo yang siap menjadi tempat singgah sementara jika capai berjalan menuju puncak.

Setelah melalui jalan menanjak, hamparan luas Jogja dari perbukitan Dlingo akan menyapa dengan keindahannya. Persawahan hijau akan menjadi penghibur. Di puncak setinggi 380 MDPL ini, Pengunjung bisa berfoto di depan tulisan Puncak Becici. Bisa juga di gubuk kayu yang tepat berada di puncak. Jika malam hari, Pengunjung bisa melihat kerlap-kerlip lampu yang bertebaran.

Pinus Becici semakin terkenal setelah mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama berkunjung ke tempat itu pada pertengahan 2017 lalu.