Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Ilustrasi anak makan/ist-Medicaldaily
Harianjogja.com, JOGJA—Anak-anak biasanya sulit makan dan pilih-pilih. Namun dalam kondisi nyaman, santai, dan bahagia, biasanya mereka bisa dibujuk. Momen yang tepat adalah ketika liburan. Jadi agenda liburan Anda harus memasukkan latihan makan makanan baru bagi anak-anak.
Simak kiat-kiat membujuk mereka agar mau mencoba berbagai jenis makanan. Berikut ini kiatnya seperti dilansir Thekitchen belum lama ini.
Berbelanja di Pasar Lokal
Alih-alih hanya berbelanja di supermarket atau mal besar, saat berlibur sekeluarga coba ajak anak untuk berbelanja bersama di pasar lokal. Di pasar tradisional biasanya para pedagang banyak yang menawarkan sampel gratis untuk dicoba, nah dengan cara ini Anda bisa mendorong dan menyemangati anak untuk mau mencoba berbagai sampel produk makanan tersebut. Bisa juga dengan cara memberikan uang secukupnya pada anak dan beri kesempatan pada anak untuk coba berbelanja sendiri di pasar, mulai dari membeli sayuran, buah-buahan, hingga kudapan ringan.
Berbaur dengan Masyarakat Setempat
Berbaur di sini maksudnya adalah membaur dengan masyarakat lokal. Coba cari tahu acara seputar makanan di kota setempat, bazaar atau sejenisnya yang banyak menjajakan makanan lokal khas setempat. Dengan cara ini bisa jadi wadah untuk anak yang picky eater untuk mencoba berbagai makanan lain dengan cara dan suasana yang lebih menyenangkan.
Mencoba Restoran Baru
Salah satu agenda paling menyenangkan saat berlibur, apalagi kalau bukan wisata kuliner menjajal berbagai tempat makan atau restoran baru di kota setempat. Ajak anak untuk bersantap di luar mencoba restoran lokal baru, dan setibanya di sana abaikan saja menu sajian khusus untuk anak-anak (sebab biasanya menu anak-anak antara satu restoran dengan restoran lain tidak jauh berbeda).
Makan Tidak Menakutkan
Arahkan anak untuk berani mencoba sajian makanan khas kota setempat (menu normal untuk orang dewasa) yang mungkin bisa saja jadi menu makanan kesukaannya yang baru. Jangan langsung protes jika anak akhirnya memilih hidangan biasa, contohnya burger. Coba negosiasi, untuk makanan utama anak boleh memesan menu tersebut namun untuk hidangan penutup maka yang dipesan adalah menu makanan baru pilihan Anda. Dengan trik ini, anak mendapatkan apa yang mau ia makan sekaligus tetap mencoba jenis makanan yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.