Kebiasaanmu yang Ini bikin Liburan Tak Menyenangkan, Jangan Lakukan

Ilustrasi traveling - Reuters
08 September 2018 17:35 WIB newswire Wisata Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Liburan seharusnya menenangkan. Namun bisa jadi bencana kalau Anda tidak menyiapkannya dengan detail. Menyepelekan betapa pentingnya persiapan matang. Jangan anggap liburan adalah hal santai tanpa persiapan.

Kebiasaan itu harus Anda ubah, ini contoh-contoh kebiasaan buruk yang bisa membubarkan keasyikan liburan Anda seperti dilansir News, belum lama ini.

Tidak mempelajari kosa kata dasar

Sebelum mengunjungi suatu daerah atau negara baru, ada baiknya Anda mempelajari bahasa sehari-hari yang digunakan untuk mengucapkan salam atau berterima kasih. Usahakan jangan hanya melihat keindahan destinasi wisata saja, melainkan bercengkerama dengan penduduk setempat. Para penduduk pasti akan senang meskipun Anda hanya mengucapkan kata-kata dasar. Mereka bisa jadi merasa dihargai dan bersikap lebih ramah.

Memesan pada menit terakhir

Hindari kebiasaan memesan tiket atau tempat penginapan menjelang hari-hari Anda pergi. Hal itu membuat Anda kehilangan kesempatan untuk melihat pilihan lain yang bisa jadi harganya jauh lebih murah. Apalagi, di zaman perkembangan teknologi ini, banyak pemesanan yang bisa dilakukan dengan mudah secara online. Lakukan pemesanan paling tidak dua minggu sebelum pergi.

Menunda mengemas pakaian

Padatnya rutinitas mungkin membuat Anda malas untuk mengemasi pakaian karena terlanjur merasa lelah. Ubahlah kebiasaan ini karena dapat merugikan diri sendiri. Anda bisa melupakan barang-barang penting untuk dibawa. Kemasi pakaian beberapa hari sebelum Anda pergi. Siapkan waktu khusus atau kalau perlu membuat daftar barang yang ingin dibawa agar tidak terlupakan. Hal itu juga dapat mencegah Anda membawa barang-barang yang kurang diperlukan sehingga tas bepergian tidak kelebihan muatan.

Jangan terlalu “sayang” mengeluarkan uang

Pada saat bepergian tentu Anda memiliki anggaran tersendiri. Ada beberapa orang yang memilih untuk tidak menghambur-hamburkan uang karena anggaran yang dimilikinya terbatas. Akan tetapi, lihat kembali situasi dan kondisinya. Jangan sampai keputusan Anda mengurangi kualitas bepergian. Sebagai contoh, demi menghemat uang Anda memilih berjalan kaki ke destinasi wisata yang jaraknya mencapai 5 km dibanding menggunakan transportasi umum. Mungkin Anda menghemat, tapi tubuh sudah letih ketika mencapai destinasi wisata dan mengurangi waktu untuk mengeksplor tempat tersebut.

Tidak mengetahui nilai tukar

Saat berkunjung ke suatu negara, tentu mata uang di sana akan berbeda. Beberapa dari Anda mungkin sering bertanya-tanya apakah Anda mengeluarkan uang yang wajar untuk membayar atau membeli sesuatu. Hal itu tentunya membuat Anda kepikiran dan bisa mengurangi fokus untuk menikmati liburan. Atau bisa jadi sebenarnya jumlah uang yang dikeluarkan terlalu banyak untuk barang yang sebenarnya tidak begitu penting. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui nilat tukar mata uang di negara yang Anda kunjungi. Kalau perlu download aplikasi nilai tukar di smartphone untuk menghitung harga sebelum membeli sesuatu.

Sumber : Okezone

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia