JISP 2018 Bertabur Seniman Nasional hingga Mancanegara

Penari dari Sanggar Kinanti Sekar saat mementaskan tari bertajuk Kenes Gandes dalam JISP 2017 yang digelar di Jl.Mangkubumi, Senin (26/9/2017). - Harian Jogja/Arief Junianto
08 September 2018 05:50 WIB Sunartono Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pariwisata DIY kembali menggelar Jogja International Street Performance (JISP) pada 11 hingga 12 September 2018 mendatang. Pertunjukan seni ini akan berlangsung di sejumlah ruang publik di Kota Jogja terutama di kawasan Lapangan Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menjelaskan, JISP merupakan event tahunan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di DIY. Jika pada 2017 jumlah kunjungan wisata di DIY mencapai 398.000 wisatawan, diharapkan pada 2018 bisa naik antara 12% hingga 15% atau sekitar 450.000 wisatawan.

"Kami optimistis dengan kegiatan promosi beberapa event pameran kegiatan seni budaya seperti JISP ini akan mampu mensupport pencapaian pada target 450.000 di 2018," terangnya dalam konferensi pers di Kantor Dinas Pariwisata DIY Jalan Malioboro, Jumat (7/9/2018).

Ia menambahkan alasan penyelenggaraan JISP diyakini menambah wisatawan, karena keterlibatan partisipan seniman dari berbagai negara.

Setidaknya ada seniman seni pertunjukan musik dan tari dari enam negara yang akan tampil di JISP 2018, antara lain Jepang, Belanda, Italia, Spanyol, Thailand dan Meksiko.

Para seniman luar negeri diharapkan menjadi corong promosi destinasi wisata Jogja di negara mereka, bahwa mereka sangat menikmati keunikan atmosfer di Jogja.

"Selain itu ada seniman dari Jogja dan luar Jogja seperti Sanggar Seruni daei Bangka, Nani Topeng Losari dari Cirebon, Wangak Maumere dari NTT, Fitri Dance dari Padang dan lain-lain," katanya.

Panitia JISP dari Jaran Production Iqbal menambahkan event JISP 2018 akan semakin memperkuat branding Jogja sebagai kota budaya. Para seniman luar negeri gang hadir juga diharapkan menyampaikan pandangan dan pesan yang tentunya opini positif tentang Jogja dan JISP. Sehingga harapannya opini positif tentang Jogja yang dibangun oleh seniman luar negeri itu dapat diikuti oleh para pengikutnya.

Ia mengatakan JISP 2018 mengangkat tema #7 Jogja The Dancing City dengan tagline jejogedan. JISP 2018 akan memperjelas kerja sama dalam menjadi bagian dari Dancing Cities Network yang berpusat di Barcelona dan Sudaj diikuti puluhan negara di Eropa dan Amerika Latin.

"Di kawasan UGM itu kami menyediakan beberapa panggung seperti selatan dan barat area lapangan pancasila, nanti ada lima titik yang berlangsung pada sore hari," ujarnya.