Berfoto Unik sekaligus Belajar Sejarah di Gua Jepang Pundong

Pengunjung bernama Nursuranto sedang berfoto di spot foto bulan sabit pada Rabu (17/10/2018). /Harian Jogja- Fita Ayu Fidiyawati - M121
18 Oktober 2018 09:17 WIB Fita Ayu Fidiyawati/M121 Wisata Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Gua Jepang Pundong terletak di dusun Ngreco dan Poyahan di Desa Seloharjo, Pundong, Bantul, DIY. Tempat ini terkenal dengan sejarahnya, yakni ketika zaman penjajahan, tempat ini digunakan Jepang sebagai lokasi untuk strategi pengamanan wilayah.

Di lokasi ini terdapat 20 buah gua, sebanyak 16 gua di wilayah Pundong dan empat di Purwosari, Gunungkidul. Gua Jepang diresmikan pada tahun 2016 oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY.

Jalan yang menjadi akses utama tergolong begitu minim. Walau sudah diaspal, sempitnya jalan menyulitkan wisatawan yang hendak berkunjung menggunakan mobil. Selain itu, kondisi jalan juga banyak ditemui tanjakan, serta tikungan berkelok yang curam. Namun, hal tersebut akan terbayar ketika sampai di lokasi.

Pemandangan yang disuguhkan akan membuat pengunjung merasa tenang. Wisata ini juga mampu menambah wawasan pengunjung mengenai sejarah. Selain itu, terdapat dua spot foto yang menarik di Gua Jepang Pundong yaitu, bunga sepatu raksasa dan bulan sabit. Spot tersebut dapat digunakan untuk mengabadikan momen di Gua Jepang Pundong.

Menurut salah satu warga setempat, Tukidan, spot foto dibuat pada tahun 2017. Spot tersebut dibuat menarik dan ditempatkan ke arah matahari terbenam, agar menjadi tempat foto yang indah.

Spot foto bunga sepatu raksasa dianggap sangat unik karena berbentuk bunga sepatu raksasa, yang seolah jika berfoto di atasnya seperti berperan sebagai putiknya. Jika berada di atas, dapat dilihat pemandangan alam dan juga pemandangan pantai yang begitu menakjubkan.

Spot foto bulan sabit berwarna kuning akan sangat bagus untuk berfoto ketika matahari terbenam atau sunset. Pemandangan indah akan menjadi latar belakang yang sempurna. Pengunjung dapat duduk atau berbaring dan bersandar di spot ini.

Wisata ini dibuka untuk umum selama 24 jam setiap hari. Untuk memasuki kawasan wisata, pengunjung tidak dikenakan biaya sama sekali. Untuk menikmatinya, pengunjung cukup mengisi buku tamu di pos penjagaan. Sedangkan untuk spot selfie bunga sepatu dibuka jam 06.00-hingga sunset tiba.

“Wisata ini masih cukup ramai, setiap sore banyak yang datang untuk menikmati sunset. Kalau hari Minggu biasanya anak-anak sekolah pada main ke sini,” ujar Tukidan, Rabu (17/10/2018) sore.

Pengunjung berdatangan silih berganti. Ada yang hanya duduk bersantai menikmati pemandangan, ada yang berfoto kemudian pulang. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai tempat beristirahat ketika sedang bersepeda.

“Saya ke sini baru pertama kali, tempatnya tenang. Saya dapat berfoto-foto sekaligus belajar mengenai sejarah,” kata Nursuranto, salah satu pengunjung.