KULINER JOGJA: Menikmati Brongkos Legendaris Sembari Piknik di Alkid

Warung Handayani, Alun-Alun Kidul Jogja - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
07 Desember 2018 09:35 WIB Lajeng Padmaratri Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bagi Anda penikmat olahan brongkos, pasti tak asing lagi dengan keberadaan Warung Makan Handayani. Warung sederhana di pojok selatan Alun-Alun Kidul (Alkid) kompleks Jeron Beteng Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini sebenarnya menyajikan beberapa menu lokal, seperti brongkos, soto, hingga pecel.

Namun, sajian brongkosnyalah yang menjadi favorit pengunjung hingga warung ini melegenda dengan sebutan Brongkos Alkid Handayani.

Warung sederhana ini didirikan oleh Adiyo Utomo dan Sardiyem sejak 1969. Meski begitu, menu brongkos baru tersedia sejak 1975. Sepeninggal keduanya, kini warung ini kemudian dikelola oleh putrinya, Tri Suparmi. Dibantu lima orang juru masak, ia melayani pelanggan sejak pukul 08.00 WIB hingga selepas waktu Maghrib.

Sayur brongkos merupakan makanan dengan bahan dasar kacang tolo, tahu, telur, serta daging sapi. Keempatnya tersebut dicampur dengan santan dengan citarasa rempah yang kuat. Konon, brongkos merupakan makanan bagi kaum elit. Sebab, bahan bakunya yang menggunakan daging sapi pada zaman dahulu hanya bisa dinikmati oleh kalangan mampu saja. Makanan ini juga merupakan favorit Sultan HB X.

Di warung Brongkos Handayani, pengunjung disajikan beberapa pilihan yaitu nasi brongkos telur, nasi brongkos koyor, serta nasi brongkos komplet. Penyajian nasi brongkos koyor dengan telur nampak berbeda. Untuk nasi brongkos koyor, yang tersaji ialah sepiring nasi yang disandingkan dengan semangkuk koyor berkuah, tanpa sayur kacang tolo dan tahu. Sedangkan, untuk nasi brongkos telur, yang tersaji ialah sepiring nasi dengan tambahan kacang tolo, tahu, serta telur bebek utuh yang dimasak pindang.

Kuah brongkos yang berwarna cokelat cenderung terasa manis, namun juga muncul rasa gurih yang berasal dari santan. Tak perlu khawatir jika Anda penikmat makanan pedas, sebab sepiring brongkos ini dilengkapi cabai utuh yang bisa digerus untuk menambah sensasi pedas.

Tri menyebutkan dari menu yang ada, nasi brongkos koyor menjadi favorit pelanggan. “Dagingnya sudah empuk itu, soalnya enggak [bagian] lemak banget,” ujarnya kepada Harian Jogja belum lama ini.

Sajian nasi brongkos koyor ini dipatok seharga Rp25.000. Lain lagi dengan nasi brongkos telur yang bisa dinikmati cukup dengan Rp14.000, sedangkan nasi brongkos komplet seharga Rp32.000.

Pada hari biasa, Tri mengatakan warungnya akan ramai didatangi pengunjung sekitar jam makan siang. Sehingga disarankan untuk datang lebih awal, sebab warung sederhana ini hanya mampu menampung sekitar 30 pelanggan dalam satu waktu. Lain lagi jika pada hari libur dan akhir pekan, warung ini akan ramai pada pagi hari atau sore hari. “Kalau hari libur pagi-pagi itu ramai orang habis olahraga di Alkid, kalau sore biasanya wisatawan pada pulang terus mampir,” jelas perempuan berusia 55 tahun ini.

Tri memperhatikan pengunjungnya didominasi oleh orang dewasa dan kalangan sepuh. Ia menyayangkan anak muda belum berminat menikmati sajian kuliner tradisional seperti brongkos yang dijualnya. “Anak muda itu kalau [gemar] brongkos kok jarang, ya. Biasanya ya orang-orang sepuh itu,” tutur Tri.

Sebagai penyegar, warung ini juga memiliki menu es campur yang cukup legendaris. Minuman yang dikenal sebagai es jadul ini dikatakan Tri bahkan sudah ada sejak sebelum menu brongkos tersedia. Segelas es campur berisi kelapa muda, tape, serta kuah santan dengan sirup ini bisa dinikmati dengan harga Rp8.000.

Jika Anda berminat mengunjungi Warung Makan Handayani, silakan menuju Jalan Gading No.2, Patehan, Kraton, Jogja. Letak warungnya dekat dengan Plengkung Gading. Mampirlah pada pagi hari di hari biasa ataupun jam makan siang di hari libur untuk dapat leluasa menikmati sepiring nasi brongkos legendaris ini.