Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA- Di era digital, mendapatkan tips bepergian di Internet sangatlah mudah. Namun, di era sekarang tidak semua tips travelling itu masih relevan.
Sebelum bepergian, ada kalanya kita akan mencari dan membaca beberapa tips traveling yang beredar di Internet.
Hal ini dilakukan agar kita merasa lebih siap untuk bepergian, juga yakin bahwa tak ada hal-hal penting yang terlupa.
Namun, seiring berjalannya waktu, rupanya ada beberapa tips traveling yang dulu populer namun tak lagi relevan.
Dilansir dari laman Reader\'s Digest, Suara.com telah merangkum beberapa tips traveling yang tak lagi relevan serta kebenaran di baliknya.
Apa saja tips traveling itu?
1. Udara di pesawat dapat membuat sakit
Salah satu tips dan saran yang banyak beredar di Internet adalah soal menjaga kesehatan di pesawat. Ini karena udara di pesawat dipercaya dapat membuat sakit.
Faktanya, udara di pesawat memang dapat membuat kulit terasa kering. Namun, udara di pesawat tidak membuat sakit karena telah melalui proses penyaringan berkali-kali.
Alih-alih, yang membuat kita sakit di pesawat sebenarnya adalah meja lipat, pintu kamar mandi, dan kursi yang mengandung banyak bakteri karena dipakai ratusan orang.
2. Simpan uang di wadah atau kantong khusus
Demi keamanan, ada banyak tips traveling yang menyarankan agar kita membawa uang tunai dalam wadah atau kantong khusus, seperti dompet yang dikalungkan di leher atau tas pinggang.
Wajar saja, sebagai turis, ada kalanya jika kita merasa tidak aman saat berada di tempat asing.
Namun, ketahuilah bahwa membawa uang di kantong khusus hanya akan membuat kita terlihat makin mencolok. Selain itu, risiko kehilangan uang pun sebenarnya kurang-lebih sama di berbagai tempat.
Sebagai gantinya, bawalah uang tunai secukupnya dan simpan yang lain di kamar hotel. Atau, gunakan dompet biasa dan letakkan di kantung celana bagian depan.
3. Pergi sepagi mungkin untuk menghindari keramaian
Siapa belum pernah mendengar tips traveling ini? Nyaris semua laman travel di Internet pasti kerap meminta kita untuk datang ke atraksi wisata sepagi mungkin demi menghindari antrean.
Namun, saking populernya tips ini, tentu ada banyak turis yang juga berpikiran serupa. Akibatnya, kita pun akan tetap dihadang antrean meski sudah datang pagi.
Terlebih untuk destinasi wisata populer dan ikonik, mustahil untuk tidak menemukan antrean atau keramaian sama sekali.
Solusinya, cobalah untuk datang pada waktu ketika turis malas berkunjung seperti pada siang hari untuk mengurangi jumlah keramaian.
4. Percaya pada pengetahuan warga lokal
Berapa banyak pengetahuan yang kita miliki soal daerah tempat tinggal kita sendiri? Saat ditanya turis, belum tentu kita bisa menjawab semuanya.
Hal yang sama berlaku bagi warga lokal di daerah yang kita kunjungi. Seringnya, mereka pun sama-sama tidak tahunya soal destinasi wisata yang ada.
Sebagai gantinya, cobalah tanya traveler lain yang juga berkunjung ke daerah yang sama. Atau, bertanyalah pada pihak hotel.
Di sisi lain, warga lokal dapat dijadikan sumber informasi yang lebih tepat untuk hal-hal seputar kuliner alih-alih tempat wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 29 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 29 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Timnas basket Indonesia mengalahkan Singapura 80-54 di Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia langsung memimpin Grup C.
BPN DIY memantau kasus dugaan mafia tanah yang menimpa keluarga almarhum Komaridin di Sleman dan telah menyerahkan warkah tanah kepada Polda DIY.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.