Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pecinta batu akik memamerkan koleksi batu mulia dalam pameran batu mulia dan seni rupa di SMSR Jogja, Jumat (13/9/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-- Seratusan orang pecinta batu mulia dari berbagai daerah di Indonesia memamerkan koleksinya di Galeri Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Jalan Bugisan, Jomegatan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut merupakan bagian dari temu tahunan atau Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) pecinta dan kolektor batu mulia untuk mengangkat kembali pamor batu mulia.
Berbagai jenis batu mulia sempat booming beberapa tahun lalu, bahkan harganya bisa mencapai jutaan sampai miliaran kini meredup kembali. "Harapannya dengan adanya pameran ini geliat masyarakat terhadap batu mulia kembali menggeliat," kata Manajer Pelaksana Kopdarnas Batu Mulia, Deni Setiawan, saat pembukaan acara, Jumat (13/9/2019).
Acara tersebut dibuka oleh Lono Simatupang, dosen Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga budayawan. Deni mengatakan ada lebih dari 150 orang yang terdiri dari 50 komunitas dan kolektor batu mulia yang hadir dalam Kopdarnas Batu Mulia ke-2 tersebut.
Masing-masing membawa koleksinya untuk diikutkan dalam kontes. Dalam pertemuan tersebut mereka saling berbagi ilmu, berbagi pengalaman dan saling menyemangati dalam dunia batu mulia.
Menurut dia sebenarnya kopdar beberapa komunitas sering dilakukan, namun yang melibatkan sampai 50 komunitas pecinta batu mulia dan kolektor baru kedua kalinya digelar, karena mendapat dukungan banyak pihak sebagai ajang meningkatkan pamor batu mulia dari berbagai daerah.
Selain pameran panitia juga menggelar kontes batu mulia dan lelang beberapa jenis batu mulia yang bisa diikuti oleh umum. Lelang akan dilaksanakan ada Minggu (15/9/2019).
Lebih lanjut Deni mengatakan tren batu mulia sempat booming karena semua masyarakat membicarakannya. Tidak hanya kolektor, namun juga masyarakat dan dunia media sosial yang ikut meramaikan. Lambat laun tren meredup, namun untuk kolektor tetap ada sejak dulu sampai sekarang.
Deni menambahkan dalam pameran batu mulia ini pihaknya menggandeng para seniman dan budayawan. Bahkan lokasi pameran juga menjadi satu dengan pameran lukisan di Galeri SMSR tersebut. Ada 41 seniman yang terlibat satu karya seni tiga dimensi, dua karya fotografi, 38 lukisan.
"Tema yang diusung dalam acara ini adalah Melegen, asal kata legen. Diharapkan akik dan lukisan di masa mendatang membuahkan hasil yang manis dan menyenangkan," ungkap Deni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.