Banjir Bogor: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Singgung Keberadaan BUMD Jaswita dan PTPN
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuding peristiwa bencana hidrometeorologi atau banjir di Kabupaten dan Kota Bogor ini tidak lepas karena adanya dampak dari p
Tangkuban Perahu./JIBI
Harianjogja.com, BANDUNG - Status Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu sudah diturunkan dari level waspada ke normal. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan memastikan pembukaan salah satu objek wisata andalan di Jawa Barat tersebut.
Ridwan Kamil mengatakan jika secara ilmiah obyek wisata andalan ini bisa dibuka dan tidak membahayakan masyarakat maka sepantasnya untuk segera dibuka.
"Kalau PVMBG mengatakan aman, maka kita akan viralkan agar wisatawan kembali ke sana [Tangkuban Parahu)]" katanya di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (21/10/2019).
Untuk segera menyikapi hal ini pihaknha berencana menggelar rapat dan mendatangkan sejumlah pihak terkait untuk memastikan kondisi Tangkuban Parahu memang sudah layak dipakai untuk berwisata.
Menurut Ridwan Kamil keputusan resmi harus segera ada sepanjang semua aspek sudah dipastikan aman. Terutama masukan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG).
“Ya, daripada [wisatawan] celaka, mending kecewa," katanya.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu dari level Waspada ke Normal pada pukul 09.00WIB, Senin (21/10/2019).
Penurunan status tersebut berdasarkan pantauan aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Parahu yang menurun sejak beberapa waktu lalu.
Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, dari pantauan selama berbulan-bulan sejak awal terjadinya aktivitas erupsi hingga saat ini, level Waspada tersebut sudah berubah menjadi Normal.
"Gunung Tangkuban Parahu statusnya turun dari Waspada ke Normal dan dengan kata lain tidak ada aktivitas di kawah gunung," ujar Kasbani saat jumpa pers di Gedung PVMBG, Kota Bandung.
Dengan diturunkanya status Waspada menjadi Normal, saat ini aktivitas objek wisata sudah diizinkan untuk dibuka sepenuhnya oleh pihak pengelola dan warga setempat, namun ada beberapa hal yang tetap harus diwaspadai.
Meski sudah diizinkan kembali untuk para wisatawan dan warga setempat, Kasbani mengatakan alangkah baiknya warga dan wisatawan tetap waspada dengan memantau aktifitas Gunung Tangkuban Parahu.
"Masyarakat juga harus tetap mencari informasi soal lingkungan sekitar dan aktifitas terbaru dari Gunung Tangkuban Parahu," kata Kasbani.
PVMBG memastikan untuk siang hari wisatawan dan warga sekitar boleh berada disekitaran gunung. Namun ketika malam hari, masyarakat di minta untuk tidak mendekati kawah gunung karena masih berbahaya.
"Objek wisata sudah boleh dibuka kembali ini sepenuhnya jika siang, namun malam hari masih belum memungkinkan untuk berada di dekat gunung. Jangan terlalu dekat dengan kawah, ini kan gunung, kita takut erupsi secara tiba-tiba," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuding peristiwa bencana hidrometeorologi atau banjir di Kabupaten dan Kota Bogor ini tidak lepas karena adanya dampak dari p
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.
Jadwal pemadaman listrik Sleman hari ini berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB. Berikut daftar dusun terdampak pemeliharaan PLN.