Gempa M 4,8 Guncang Sigi, BMKG: Getaran Sampai Palu
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Pengunjung melihat koleksi dalam Pameran Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke-71 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Senin (2/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA-- Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia disajikan langsung melalui Pameran Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 ke-71 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, sejak Minggu (1/3/2020) hingga Kamis (5/3/2020). Cerita yang dikemas dalam bentuk gambar dan sejumlah bukti material koleksi museum terkait perjuangan rakyat diharapkan menggugah rasa nasionalisme.
Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharja menjelaskan dalam pameran kali ini mengangkat tema Di Balik Serangan Fajar yang diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat terutama pengunjung museum terkait perjuangan rakyat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Pameran itu berusaha mengungkap keterlibatan masyarakat yang ikut berjuang menuju Indonesia berdaulat.
"Pameran ini disajikan dengan ilustrasi gambar yang menceritakan tentang kegiatan masyarakat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Diserta dengan bukti material berupa koleksi Museum Benteng Vredeburg yang terkait dengan peristiwa itu," katanya, Senin (2/3/2020).
Adapun pameran ini dibuka oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY Sigit Sapto Raharjo, Minggu (1/3/2020) di Gedung E Lantai 2, Museum Benteng Vredeburg. Dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan TNI salah satunya Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Zamroni.
Suharja menambahkan peran rakyat dalam perjuangan perlu lebih banyak disampaikan kepada masyarakat, salah satunya melalui pameran. Rakyat tersebut berasal dari berbagai elemen dengan beragam bentuk dan kontribusinya. "Mereka adalah Palang Merah Indonesia PMI, pemuda desa, masyarakat umum, seniman, kalangan perempuan dan lain-lain, cerita perjuangannya yang valid berusaha kami sajikan," ujarnya.
Ia berharap melalui pameran itu terutama generasi muda mendapatkan informasi sejarah sehingga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme. Selain itu dengan ditampilkan sejumlah koleksi bukti material, harapannya menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang peristiwa bersejarah di berbagai perang kemerdekaan. "Kami memiliki tanggungjawab untuk menyosialisasikan dan akan berusaha kami tingkatkan, agar masyarakat mendapatkan pemahaman," ujarnya.
Pameran ini mendapatkan respons positif dari pengunjung Museum Benteng Vredeburg. Salah satu pengunjung asal Jawa Timur, David, 27, mengaku informasi tentang pameran seperti yang digelar Museum Benteng Vredeburg tergolong jarang ditemukan di daerah lain. "Yang menarik menurut saya ada koleksinya, seperti ada Bendera Merah Putih dari Desa Jumbleng [Magelang], ini narasinya meski pun singkat kan menarim, saya jadi tahu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.