Harga Cabai Rawit di Temanggung Naik Jadi Rp65.000 per Kg
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.
Suasana sore hari di Pantai Pasir Kadilangu, tepatnya di Jembatan Kadilangu yang masih ramai pengunjung, Sabtu (16/6/2018). /Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kabupaten Kulonprogo menawarkan destinasi menarik yang ada di sisi selatan. Apalagi jika bukan hutan mangrove, yang ada di pesisir Pantai Pasir Kadilangu di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon, Temon. Kawasan ini menawarkan aneka jenis spot foto dengan miniatur Menara Eiffel yang terbuat dari bambu.
Hutan mangrove ini terletak di ujung barat Kulonprogo, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Untuk sampai, pengunjung harus melewati wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah karena lokasinya berada di selatan Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo.
Setidaknya ada tiga kawasan hutan mangrove yang menjadi kawasan wisata, yakni Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Hutan Mangrove Jembatan Siapi-api dan wana wisata yang dikelola oleh kelompok masyarakat setempat. Hutan Mangrove Kadilangu paling banyak diburu wisatawan karena memiliki banyak miniatur yang unik.
Wisata di sini identik dengan wisata tracking. Wisatawan akan menyusuri hutan mengrove melalui jalur khusus yang terbuat dari tatanan bambu melintas di atas air. Udara pesisir yang segar menjadikan wisatawan betah lebih lama.
Pemandangan sekitar lokasi cukup menarik. Dari sekadar melihat rimbunnya tanaman mangrove di anak Sungai Bogowonto, tambak udang maupun menikmati pesawat yang hendak mendarat di bandara YIA.
“Saya baru pertama kali ke sini, tahunya dari medsoskarwna sempat viral. Ternyata memang unik,” kata Devi Susanti, wisatawan asal Magelang, Jawa Tengah.
Devi mengatakan, suasana pesisir seperti ini jarang dijumpai. Sedangkan sarana yang ada cukup terjaga baik dari kelengkapan ataupun kebersihannya. Tiket masuk juga sangat murah dan terjangkau.
“Saya tertarik dengan miniatur Menara Eiffel dari bambu yang unik,” katanya.
Pengelola Hutan Mangrove, Suyadi mengatakan selama masa pandemi Covid-19 menjadikan obyek wisata ini ditutup untuk wisatawan. Saat ini pengelola telah melakukan ujicoba, menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Kulonprogo.
“Kita sudah siapkan tempat cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan jalur kita pisah. Wisatawan wajib menggunakan masker,” katanya.
Selama ditutup, pengelola memanfaatkan untuk memperbaiki spot foto yang ada. Salah satunya miniatur Menara Eifel yang terbuat dari bambu.
“Kita sudah siapkan sarana sesuai protokol kesehatandan secara rutin dilakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.
Kabid Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kulonprogo, Yudono Hindriatmoko mengatakan, dari peninjauan sarananya sudah lengkap. Hanya tinggal perbaikan kecil saja. Objek wisata ini sudah bisa melakukan ujicoba dengan mengurus persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi.
“Ini menjadi salah satu objek wisata yang banyak didatangi wisatawan,” katanya.
Berita ini sudah tayang di Inews.id dengan judul "Hutan Mangrove Kadilangu, Tawarkan Miniatur Menara Eiffel hingga Suasana Pesawat Mendarat"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : INews.id
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.