Kejurda MMA DIY 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Potensial
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Aktivitas surfing di Pantai Wediombo, Gunungkidul. /Instagram-@wediombo.
Harianjogja.com, JOGJA—Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki panjang pantai 113 kilometer yang membentang dari sisi barat Kulonprogo hingga sisi timur Gunungkidul. Banyak potensi wisata pantai di area ini dengan keindahan alam yang menarik perhatian.
Salah satunya adalah wisata Pantai Wediombo yang terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Berjarak sekitar 56 kilometer dari Kota Jogja dan bisa ditempuh melalui perjalanan kurang lebih 1,5 hingga 2 jam perjalanan normal. Dari Kota Jogja anda bisa melalui Jalan Jogja-Wonosari langsung menuju jantung kota Wonosari yang merupakan ibu kota Kabupaten Gunungkidul.
BACA JUGA : Pengunjung Wisata Pantai Tak Bawa Masker Wajib Buat
Nah dari Kota Wonosari ini, bisa melalui dua jalur. Pertama jalur lewat sepanjang pantai selatan yaitu ke arah selatan lewat Jalan Baron menuju Tanjungsari lalu menyisir sepanjang pantai dari Pantai Baron terus ke timur sampai Pantai Pulang Sawal dan seterusnya sampai ke Wediombo. Jika masih menggunakan Jalan Balon bisa dijajal rute lain seperti lewat Jalan Tepus sampai di Kawasan Pantai Selatan langsung menuju arah Pantai Timang dan ke timur terus menuju ke Pantai Wediombo. Jalur ini cukup menarik sambal mencari referensi pantai lain sepanjang perjalanan menuju Wediombo.
Kedua, jalur lewat Semanu atau kawasan Pasar Munggi ke arah selatan melewati Jalan Semanu-Candirejo. Jika sudah sampai di Simpang Tiga SDN Cuwelo, Semanu lalu belok ke kanan arah Balong hingga Desa Jepitu, Girisubo tempat Kawasan Wisata Wediombo. Rute perjalanan di Kawasan ini memang cukup berkelok meski tidak ada tanjakan yang signifikan tajam.
Jika dari Kota Jogja memang cukup melelahkan untuk menuju pantai ini. Namun akan terbayar lunas jika sampai lokasi, karena bisa menikmati keindahan alam. Tiketnya pun murah, cukup membayar Rp5.000 di TPR setempat.
BACA JUGA : Seperti Ini Gambaran New Normal di Objek Wisata Pantai
Tak seperti namanya Wedi yang berarti pasir dan Ombo artinya luas arti pantai yang pasirnya luas, sebaliknya Wediombo justru lebih didominasi bebatuan karang di bibir pantainya. Tetapi ditambah pasirnya yang putih kondisi itu menjadikan pantai ini terlihat sangat eksotis.
Dinas Pariwisata Gunungkidul melalui laman websitenya wisata.gunungkidulkab.go.id menuliskan Wediombo merupakan pantai yang spot surfing terbaik dengan karakter ombak yang tepat untuk olahraga selancar. Bentuk pantai yang menyerupai teluk menjadikan pantai ini memiliki tipe ombak yang cenderung stabil. Banyak pemburu ombak dari berbagai daerah menjajal berselancar di Pantai Wediombo.
Wisatawan yang berkunjung dapat mencoba sensasi berselancar dan akan dipandu oleh peselancar lokal. Selain berselancar, disini juga dapat menikmati indahnya matahari terbenam. Beberapa kali kompetisi surfing pernah digelar di pantai ini dengan melibatkan banyak atlet baik lokal maupun nasional bahkan internasional.
Berdasarkan pengamatan Harianjogja.com, Wediombo merupakan satu-satunya pantai di DIY yang menghadap ke barat. Hal ini disebabkan karena keberadaan teluk yang membentuk lekukan sehingga kondisi geografis pantai membujur dari utara ke selatan tidak seperti kebanyakan pantai di DIY yang membujur dari barat ke timur.
“seru kali ya,, pergi ke pantai terus main air.. let\'s enjoy being in the water,” tulis akun @wediombo 21 September 2020.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Sudah Ramai Tapi Banyak
Akun @wediombo menjadi satu-satunya akun yang aktif memberikan informasi terkait kegiatan di pantai tersebut meski pun tidak selalu update.
Selama pandemi Covid-19 ini kunjungan wisatawan di Pantai Wediombo melalui protokol kesehatan yang ketat. Dinas Pariwisata Gunungkidul beberapa kali melakukan sosialisasi penerapakan protokol Kesehatan di Pantai Wediombo dengan dihadiri oleh pejabat struktural di lingkungan Dinas Pariwisata Gunungkidul, Lurah Jepitu, perwakilan Pokdarwis serta masyarakat pelaku usaha di sekitar kawasan Pantai Wediombo.
Kepala Bidang Promosi dan Bina Usaha Dinas Parwisata Gunungkidul Yuni Hartini menegaskan harapannya kepada seluruh pelaku wisata dapat kooperatif bahu membahu agar menerapkan protokol Kesehatan. “Ini anjuran pemerintah dapat selalu diterapkan jika objek wisata,” katanya dikutip dikutip dari laman wisata.gunungkidulkab.go.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.