7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Pohon di Sahara
Harianjogja.com, JAKARTA - Fenomena alam di Gurun Sahara ini menakjubkan. Jika Anda mengira Gurun Sahara hanya ditutupi oleh pasir, tampaknya dugaan ini ternyata salah.
Asisten Profesor Martin Brandt, dari Departemen Geosains dan Manajemen Sumber Daya Alam Universitas Kopenhagen mengaku sangat terkejut melihat ada cukup banyak pohon yang benar-benar tumbuh di Gurun Sahara. "Karena hingga saat ini kebanyakan orang mengira hampir tidak ada," ungkapnya.
Dikutip dari Eureka Alert pada Jumat (23/10/2020), peneliti menghitung lebih dari 1,8 miliar pohon dan semak menggunakan bantuan kecerdasan buatan.
Penelitian yang dipimpin oleh peneliti Universitas Kopenhagen dan NASA meneliti area seluas 1,3 juta km2 mencakup bagian paling barat Gurun Sahara, Sahel, yang dikenal sebagai zona sub-lembab Afrika Barat.
Penulis utama jurnal yang dipublikasikan Nature ini mengungkapkan, ini merupakan tanda dari era baru. Menurutnya penghitungan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa bantun dari teknologi kecerdasan buatan saat ini.
Pekerjaan ini dicapai melalui kombinasi citra satelit terperinci yang disediakan oleh NASA, dan pembelajaran mendalam menggunakan metode kecerdasan buatan yang canggih.
Peneliti bekerjasama dengan Departemen Ilmu Komputer Universitas Kopenhagen untuk mengembangkan algoritme pembelajaran mendalam agar bisa menghitung per pohon di tempat yang sangat luas.
Ini adalah pertama kalinya pohon di kawasan lahan kering yang luas dihitung.
Citra satelit normal tidak dapat mengidentifikasi pohon individu, karena dengan teknologi ini tidak akan bisa melihatnya.
Selain itu, minat yang terbatas untuk menghitung pohon di luar kawasan hutan menyebabkan pandangan umum bahwa hampir tidak ada pohon di kawasan ini.
Pengetahuan baru ini diharapkan bisa berkontribusi untuk lebih memahami pentingnya pohon bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem serta bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
Martin Brandt juga mengungkapkan penemuaan ini bisa mewakili faktor yang tidak diketahui terkait anggaran karbon global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.