Wisata Klaten Tumbuh, Kunjungan 2025 Tembus 7,5 Juta
Kunjungan wisata ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang, naik 10 persen. Pemkab siapkan road map dan calendar of event pariwisata.
Instalasi bambu menjadi gapura pintu masuk kawasan objek wisata Kali Talang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. Sejak status Gunung Merapi berada pada level siaga, Kali Talang ditutup sementara. Foto diambil Jumat (25/12/2020). /Solopos-Taufiq Sidik Prakoso.
Harianjogja.com, KLATEN – Kali Talang Klaten menjadi salah satu destinasi wisata di kawasan lereng Gunung Merapi. Destinasi wisata itu berada di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Kali Talang berada di ketinggian sekitar 1.160 meter di atas permukaan laut (MDPL). Dari Kali Kalang, puncak Merapi seakan begitu dekat dengan panorama vegetasi di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Objek wisata yang berada di perbatasan Jawa Tengah (Jateng) dan DIY itu menjadi salah satu spot terbaik untuk mengabadikan puncak Merapi.
Objek wisata Kali Talang Klaten dibuka secara resmi pada 2016 lalu. Tempat itu dilengkapi beberapa wahana spot selfy berlatar belakang Gunung Merapi. Ada ayunan, anak tangga, hingga gazebo. Kawasan itu juga kerap menjadi pilihan lokasi camping.
Tak hanya itu, kawasan Kali Talang pernah dijadikan lokasi olahraga down hill. Selain menjadi kawasan wisata, Kali Talang juga menjadi salah satu lokasi bagi warga di Balerante untuk mencari rumput pakan ternak. Lantaran hal itu, tak jarang terlihat warga membawa tumpukan rumput pada kawasan tersebut.
Nama Kali Talang sudah dikenal oleh warga setempat sebelum dikenal secara luas sebagai salah satu destinasi wisata di lereng Merapi. Penyebutan nama itu bukan tanpa alasan. Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu, menjelaskan sebutan Kali Talang diberikan lantaran bentuk sungai yang berhulu di puncak Merapi tersebut menyerupai talang atau saluran air.
“Sebelum kami buat wisata memang sudah dikenal dengan nama Kali Talang. Jadi pada alur kali itu, ada bebatuan yang bentuknya seperti talang,” kata Jainu saat ditemui di Balerante, Jumat (25/12/2020).
Ukuran
Cekungan bebatuan hingga menyerupai talang itu sepanjang 100an meter. Cekungan itu terbentuk secara alami. Di bawah cekungan tersebut, ada lokasi pertemuan antara aliran Kali Talang dengan Kali Woro.
Meski berhulu di puncak Merapi, Jainu menjelaskan Kali Talang jarang dilintasi material dari puncak Merapi seperti saat terjadi lahar hujan atau pun awan panas. “Kalau lahar hujan pernah dilewati tetapi tidak sering. Kalau awan panas setahu saya belum pernah. Selama ini aliran material dari puncak relatif ke arah Kali Woro dan Kali Gendol,” kata Jainu.
Jainu menjelaskan kawasan Kali Talang berlokasi sekitar 4 km dari puncak Merapi. Berada pada radius bahaya erupsi Gunung Merapi, Kali Talang menjadi salah satu destinasi wisata yang ditutup pemerintah sejak status Merapi naik ke level siaga hingga kini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Kunjungan wisata ke Klaten selama 2025 mencapai 7,5 juta orang, naik 10 persen. Pemkab siapkan road map dan calendar of event pariwisata.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.