Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9/2020)./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JAKARTA – Memasuki bulan kemarau, banyak orang pergi mendaki ke gunung. Pada musim kemarau terdapat pemandangan indah bagi para pendaki gunung. Bahkan ada beberapa tanaman atau bunga yang mekar di musim kemarau ini.
Mendaki gunung saat musim kemarau menjadi kenikmatan tersendiri, karena jarang ada badai yang begitu hebat. Namun, ada beberapa ancaman lain bagi para pendaki jika mendaki di kala musim kemarau.
Berikut 5 ancaman yang harus diperhatikan pendaki jika mendaki di musim kemarau.
1. Kebakaran hutan
Kemarau berarti musim dimana matahari sedang terik-teriknya. Dengan begitu membuat beberapa tanaman mudah kering dan mudah terbakar, hal itu yang menyebabkan sering terjadi kebakaran hutan.
Bagi kalian yang mendaki di musim kemarau sebisa mungkin jauhi tanaman kering yang mudah terbakar oleh sinar matahari yang terik.
2. Keringnya sumber air
Musim hujan memang menyusahkan bagi para pendaki, namun pada musim hujan sumber air akan banyak dan melimpah.
Ketika musim kemarau kadang banyak dari sumber air yang sedikit dan bahkan sampai kering. Hal ini merupakan ancaman bagi para pendaki, jadi ketika mendaki di musim kemarau sebaiknya membawa persediaan air yang banyak.
3. Udara akan terasa lebih dingin
Banyak yang tidak mengetahui jika hujan turun akan membuat udara lebih hangat dari pada musim kemarau, sebab pada musim kemarau tidak ada uap air yang menahan panas.
Hal itu membuat suhu lebih dingin daripada biasanya. Bagi kalian yang mendaki di musim ini sebaiknya siapkan perlengkapan penghangat tubuh seperti sleeping bag dan jaket yang tebal agar angin tidak tembus.
4. Rawan sesak napas dan iritasi mata
Kemarau membuat udara menjadi kering dan gersang. Hal itu membuat tanah menjadi kering dan membuat kumpulan debu yang sangat banyak. Hal tersebut harus diwaspadai oleh pendaki agar tidak mengalami sesak napas dan iritasi mata akibat debu yang berterbangan.
5. Rawan hipotermia
Karena suhu yang bisa dikatakan lebih dingin daripada biasanya membuat para pendaki yang melakukan pendakian di musim kemarau rentan akan terkena hipotermia. Sebaik mungkin jaga kondisi badan sebelum mendaki dan pilih tempat camping yang bukan lembahan yang memiliki lapangan terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.