Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9/2020)./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JAKARTA – Memasuki bulan kemarau, banyak orang pergi mendaki ke gunung. Pada musim kemarau terdapat pemandangan indah bagi para pendaki gunung. Bahkan ada beberapa tanaman atau bunga yang mekar di musim kemarau ini.
Mendaki gunung saat musim kemarau menjadi kenikmatan tersendiri, karena jarang ada badai yang begitu hebat. Namun, ada beberapa ancaman lain bagi para pendaki jika mendaki di kala musim kemarau.
Berikut 5 ancaman yang harus diperhatikan pendaki jika mendaki di musim kemarau.
1. Kebakaran hutan
Kemarau berarti musim dimana matahari sedang terik-teriknya. Dengan begitu membuat beberapa tanaman mudah kering dan mudah terbakar, hal itu yang menyebabkan sering terjadi kebakaran hutan.
Bagi kalian yang mendaki di musim kemarau sebisa mungkin jauhi tanaman kering yang mudah terbakar oleh sinar matahari yang terik.
2. Keringnya sumber air
Musim hujan memang menyusahkan bagi para pendaki, namun pada musim hujan sumber air akan banyak dan melimpah.
Ketika musim kemarau kadang banyak dari sumber air yang sedikit dan bahkan sampai kering. Hal ini merupakan ancaman bagi para pendaki, jadi ketika mendaki di musim kemarau sebaiknya membawa persediaan air yang banyak.
3. Udara akan terasa lebih dingin
Banyak yang tidak mengetahui jika hujan turun akan membuat udara lebih hangat dari pada musim kemarau, sebab pada musim kemarau tidak ada uap air yang menahan panas.
Hal itu membuat suhu lebih dingin daripada biasanya. Bagi kalian yang mendaki di musim ini sebaiknya siapkan perlengkapan penghangat tubuh seperti sleeping bag dan jaket yang tebal agar angin tidak tembus.
4. Rawan sesak napas dan iritasi mata
Kemarau membuat udara menjadi kering dan gersang. Hal itu membuat tanah menjadi kering dan membuat kumpulan debu yang sangat banyak. Hal tersebut harus diwaspadai oleh pendaki agar tidak mengalami sesak napas dan iritasi mata akibat debu yang berterbangan.
5. Rawan hipotermia
Karena suhu yang bisa dikatakan lebih dingin daripada biasanya membuat para pendaki yang melakukan pendakian di musim kemarau rentan akan terkena hipotermia. Sebaik mungkin jaga kondisi badan sebelum mendaki dan pilih tempat camping yang bukan lembahan yang memiliki lapangan terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Pameran Jejak Warna di GIK UGM menghadirkan 46 karya dari 32 seniman neurodivergen dan mendorong ruang seni yang inklusif.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Putra petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, menjadi lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.