Petani Muda Magelang Andalkan Teknologi, Pertanian Kian Menjanjikan
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.
Wisatawan menikmati suasana di Ketep Pass Magelang, Jumat (29/10/2021). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Setelah ditutup sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), destinasi wisata Ketep Pass di Kabupaten Magelang mulai uji coba pembukaan untuuk wisatawan, pada Jumat (29/10/2021).
Ketep Pass merupakan gardu pandang Gunung Merapi dan Merbabu. Dari lokasi ini, jika cuaca cerah, Gunung Merapi dan Merbabu akan tampak jelas hingga puncaknya. Ketep Pass berada di 1200 meter di atas permukaan laut. Lokasinya di Sawangan, bisa dikunjungi melalui jalur Jogja-Semarang, masuk di pertigaan Blabak, Mungkid, Kabupaten Magelang.
Direktur Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ketep Pass Magelang, Mul Budi Santoso menyebutkan uji coba pembukaan ini berdasarkan SE Kemenparekraf RI Nomor: SE/31/IL04.00/DII/2021 tanggal 25 Oktober 2021. “Melalui SE tersebut, DTW Ketep Pass secara resmi diperbolehkan uji coba pembukaan,” katanya, Jumat.
Pria yang akrab disapa Bodrek menyebutkan ada aturan yang diterapkan dalam ujicoba pembukaan wisata ini. Aturan ini di antaranya kuota pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas. Para pengunjung yang mau masuk ke DTW Ketep Pass harus scan QR Code di Aplikasi PeduliLindungi.
Baca juga: Target Vaksinasi Terancam Tak Tercapai, Warga DIY Diminta Tidak Pilih-pilih
”Tapi kita masih menerapkan juga proses manual. Jadi pengunjung yang tidak memiliki smartphone untuk instal aplikasi PeduliLindungi, bisa menunjukkan sertifikat vaksin. Yang mana kita cocokkan dengan identitas diri,” jelasnya.
Pengunjung juga dibatasi usia yakni di atas 12 tahun, jika masih di bawah 12 tahun belum boleh memasuki area Ketep Pass. Sebelum masuk, pengunjung juga harus dicek suhu tubuhnya.
Lebih lanjut ia berharap Pemerintah Kabupaten Magelang melakukan percepatan vaksinasi sehingga level PPKM bisa segera turun ke level 2 ataupun ke level 1. “Jadi, wisata keluarga dengan membawa anak-anak, bisa kita layani,” ujarnya.
Baca juga: Baru 10 Persen Industri Wisata di DIY Kantongi PeduliLindungi
Ketep Pass yang berada di jalan Sawangan ini, lanjutnya, akan ditutup selama satu hari dalam sepekan, yaitu setiap hari Senin. Penutupan ini karena akan dilakukan pembersihan dan penyemprotan desinfektan. Pengelola berupaya menjamin kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Destinasi ini menetapkan jam operasional hari Selasa sampai Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIb. Harga tiket untuk pengunjung masih sama seperti sebelumnya, yakni pada weekday Rp10.500, weekend dan hari libur Rp12.500,.
Adapun pada Jumat saat uji coba pembukaan jumlah pengunjung mencapai 200 orang. Wisatawan tersebut datang dari berbagai daerah di Magelang dan sekitarnya.
Ada pula pengunjung dari Lampung, Kudus, Semarang yang terpaksa putar balik karena mengajak anak dibawah usia 12 tahun dan ada yang tidak bisa menunjukkan bukti sudah vaksin. “Tadi ada yang marah-marah karena tidak bisa masuk gara-gara dalam rombongan ada anak di bawah usia 12 tahun. Mau bagaimana lagi, kita harus tegas dan taat aturan," tegasnya. (Nina Atmasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan petani muda Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern Bayer SATRIA untuk meningkatkan produktivitas, teknologi, dan akses pasar.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.