Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Trufllelogy./Instagram trufflelogy
Harianjogja.com, JOGJA--Meski belum genap dua tahun dirintis, produk cokelat truffle rumahan yang dijalankan Balindo menambah semarak bisnis camilan cokelat di Jogja. Melalui jenama Trufflelogy, pemuda asal Batam itu ingin menghadirkan camilan cokelat yang berbeda kepada para pencinta cokelat.
Cokelat merupakan camilan sejuta umat. Nyaris tak ada orang yang tak doyan makanan olahan dari kakao ini. Kini, tangan-tangan kreatif membuat cokelat kian beragam, salah satunya ialah cokelat truffle.
Cokelat truffle adalah suguhan cokelat yang terbuat dari cokelat dan krim yang umumnya dibentuk seukuran sekali makan, lalu dilumuri bubuk cokelat. Lantaran pemain bisnis cokelat jenis ini belum banyak di Jogja, Balindo pun tanpa ragu menawarkan produk cokelat truffle-nya sebagai salah satu pilihan menikmati olahan kakao.
Sekitar empat tahun lalu, pria 35 tahun ini merantau ke Jogja. Di kota ini, ia mengambil spesialisasi cokelat dengan salah satu chef untuk mendalami produk olahan kakao. Setelah puas belajar ilmu dasarnya, Balindo pun mengeksplorasi olahan cokelat. Puncaknya, pada 2020 ia merilis Trufflelogy.
"Pada 2020 mau buka bisnis, ternyata barengan sama pandemi. Tapi ya sudah jalani saja, meski saat awal-awal aku masih kerjain sendiri. Sekarang pasar yang terbentuk justru maksimal di penjualan online, mungkin karena pandemi juga," ujar Balindo, belum lama ini.
Saat itu, dia hanya berpikir bagaimana menggarap olahan cokelat truffle dengan serius. Dengan modal Rp900.000 yang ia gunakan untuk membeli alat dan bahan, Balindo memulai eksperimen cokelatnya.
Ada tiga varian yang pertama kali diluncurkannya, yaitu dark light, choco milk, dan matcha. Sejumlah varian itu mulanya ia tawarkan ke lingkaran pertemanannya. Beruntung, mereka menghargai usahanya dan mendukung dengan membeli.
Sembari meraba pasar, dia pun merambah promosi di media sosial. Rupanya, masa awal pandemi Covid-19 yang memaksa orang banyak beraktivitas di rumah saja justru membuat banyak pesanan Trufflelogy berasal dari luar Jogja.
"Pandemi bikin orang jadi banyak jajan, Trufflelogy ikut laris lewat penjualan online. Kami banyak kirim ke luar kota, dibandingkan penjualan dalam Jogja sendiri. Lama-lama pembeli yang suka cokelatku ikut promosiin dengan unggah ke Instagram Story, ternyata jadi viral," ungkapnya.
Sejak pertengahan 2021 lalu, Balindo pun menyewa sebuah rumah di Ngaglik, Sleman sebagai tempat produksi sekaligus outlet kecil bagi pelanggannya. Di sana, dia kini dibantu 12 karyawan.
Varian
Dibandingkan cokelat batangan, camilan berupa cokelat truffle memiliki tekstur yang lebih lembut. Tampilannya juga unik lantaran bertabur bubuk cokelat.
Setelah merilis tiga varian awal, Trufflelogy pun menambah tiga varian lain yaitu choco rum, choco mint, serta salted caramel. "Dari enam itu yang jadi best seller varian dark light, choco milk, matcha, dan salted caramel," kata dia.
Setiap satu boks Trufflelogy berukuran 135 gram. Harganya beragam berdasarkan variasi rasanya, mulai dari Rp50.000 hingga Rp60.000. Selain bisa dibeli langsung di outlet Ngaglik, Trufflelogy juga bisa dipesan via aplikasi daring seperti lokapasar dan pengiriman ojol.
"Buat orang Jakarta, mungkin cokelat satu boks seharga Rp50.000 gini murah ya. Jadi banyak yang pesan itu memang dari Jakarta," kata dia.
Meski mengirim ke luar kota, Balindo memastikan bahwa cokelat tersebut tahan di suhu ruang selama enam hari sehingga masih aman ketika diterima konsumen. Masa liburan, perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), hingga Lebaran membuat permintaan Trufflelogy melonjak drastis.
Untuk momen Nataru pada Desember lalu, kata dia, ribuan boks terjual Trufflelogy.
"Selain itu yang lebih tinggi lagi momen Valentine di 14 Februari. Alhamdulillah omzetnya bisa buat menggaji 12 karyawan yang kebanyakan mereka tadinya korban PHK selama pandemi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.