Muhaimin: Kunci Industri Kreatif Tembus Global
Muhaimin dorong pemerintah buka akses global bagi industri kreatif, bukan sekadar program, demi ekosistem berkelanjutan.
Umat memanjatkan doa menyambut Imlek, di Kelenteng Fuk Ling Miau di Gondomanan, Kamis (11/2/2021). /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA-Tahun Baru Imlek akan segera tiba. Berbagai persiapan sudah dilakukan masyarakat Tionghoa, tak terkecuali sebuah pabrik kecil di Taiwan yang mulai membuat uang kertas untuk keperluan sesajen secara tradisional.
Sebuah pabrik kecil di Kabupaten Mialo, Taiwan, tak ketinggalan disibukkan oleh persiapan itu. Sekelompok perempuan tua di pabrik tersebut sibuk membuat uang roh atau uang kertas sesajen. Mereka dengan sungguh-sungguh menghiasi lembar demi lembar kertas kuning berlapis warna emas dan perak itu secara tradisional.
Keluarga Chen, pemilik pabrik itu, sama sekali menghindari penggunaan mesin untuk membuat uang sesajen tersebut, tidak seperti halnya pabrik-pabrik uang seperti itu di kota-kota besar. Mereka meyakini uang yang dibakar untuk persembahan kepada para dewa dan leluhur ini akan lebih bermakna bila dibuat dengan tangan sendiri.
Bagi Masyarakat Jawa Chen Feng-e, pemilik sekaligus pekerja di pabrik itu, merasa bangga dengan apa yang telah dikerjakannya selama ini. Perempuan berusia 70 tahun ini mengatakan, "Saya sudah melakukan ini selama lebih dari 10 tahun. Sulit untuk menghitung berapa lembar sehari yang saya buat.Satu tumpukan seperti ini saja sudah lebih dari 100 lembar."
Baca juga: Pria Bantul Penendang Sesajen di Gunung Semeru Minta Maaf
Permintaan uang sesajen menjelang Tahun Baru Imlek memang meningkat secara signifikan. Banyak orang membelinya untuk untuk kemudian dibakar sewaktu berdoa meminta keturunan, kemakmuran dan umur panjang.
Chen Miao-Fang, putri pemilik pabrik itu, mengaku bisnisnya terancam oleh pabrik-pabrik besar yang memanfaatkan mesin. Tapi ia mengatakan, ia akan terus bertahan selama memungkinkan.
“Sekarang ini, uang sesajen di pabrik kami dibuat dengan tangan, tidak seperti di tempat-tempat lain. Mereka bisa memproduksi sebanyak yang diinginkan para pelanggan. Kami tidak bisa melakukan itu. Kami perlahan-lahan berubah menjadi industri yang sekarat dan perlahan-lahan akan memudar. Di masa depan, produksi uang sesajen mungkin akan digantikan oleh mesin," jelasnya.
Permintaan uang sesajen biasanya tinggi selama liburan Tahun Baru Imlek dan peringatan Bulan Hantu yang tahun ini jatuh pada bulan Agustus.
Artikel ini telah tayang di Okezone dengan judul "Mengintip Tradisi Pembuatan Sesajen dari Uang Kertas untuk Imlek".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Rabu 8 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 8 Juli 2026 di Godean. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C agar proses cepat tanpa antre panjang.
PSIM Jogja resmi melepas Fahreza Sudin jelang Super League 2026/2027. Gelandang asal Ternate itu menjadi pemain keenam yang berpisah.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.