Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Prosesi merti dusun yang digelar warga Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Sabtu (2/3). Tradisi yang berlangsung sejak 1945 itu berlangsung meriah dan menjadi daya tarik wisata./Harian Jogja/ Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA-Pernahkan Anda bertanya-tanya mengapa orang Jawa banyak yang memiliki nama dengan awalan "Su". Orang awam bahkan tokoh terkemuka seperti presiden pun menggunakan nama ini.
Sebelum ke makna sebenarnya, mari kita lihat siapa saja tokoh publik yang namanya menggunakan "Su". Ada presiden pertama Indonesia Soekarno meski penulisannya menggunakan ejaan lama. Kemudian Soeharto.
Nama yang lain ada Suparno, Sutarjo, Suratno, Sukamto, Suparjo, Sudarto, Sunarko, Susilo hingga Surip. Bahkan tidak hanya kaum laki-laki, kaum perempuan juga banyak yang menggunakan awalan "Su". Seperti Suparni, Supriyati, Sumarni, Sunarmi, Sutinah, Suminah dan masih banyak lagi.
Nama-nama model seperti ini melekat pada masyarakat Jawa hingga tahun 1980an. Seiring berjalannya waktu, terutama memasuki zaman milenial, nama model seperti itu sudah jarang dipakai. Masyarakat mulai menyerap nama-nama barat agar terkesan modern dan keren.
Baca juga: Mangan Brutu Marai Lalen. Ini Mitos-Mitos Jawa yang Masih Ngetren hingga Sekarang
Lantas sebenarnya apa makna "Su" tersebut? Adakah yang spesial dari nama "Su" bagi orang Jawa sehingga nama ini banyak digunakan?
Dilansir dari berbagai sumber, "Su" berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki makna sangat mulia. "Su" berarti unggul, lebih, paling, dan terbaik. Sehingga orang tua Jawa pada zaman dahulu berharap anaknya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih unggul, sesuai namanya.
Suharto misalnya, berasal dari kata su dan harta. Makna dari nama ini berarti orang yang lebih banyak harta.
Dari makna yang mendalam itu, kita semakin yakin bahwa nama adalah doa. Namun jangan sampai "Su" dikaitkan dengan hal negatif. Seperti menyamakan maknanya dengan "asu" atau anjing dalam bahasa Jawa kasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.