Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Pemandangan Pantai Kukup dari kejauhan yang terlihat dari bibir Pantai Mesra, Gunungkidul./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas Pariwisata Gunungkidul optimistis target 154.403 pengunjung selama libur Lebaran bisa terlampaui. Keyakinan ini tak lepas dari jumlah kunjungan selama tiga hari libur yang mencapai 80.338 orang masuk wisata ke Bumi Handayani.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, pencatatan data kunjungan sudah dilakukan sejak Jumat (29/4/2022) atau pada saat hari pertama libur Lebaran. Meski demikian, ia tidak menampik selama puasa jumlah kunjungan ke destinasi wisata masih terpantau landai.
Lonjakan kunjungan baru mulai terlihat usai perayaan Hari Raya Idulitri, kawasan wisata, khususnya destinasi pantai mulai diserbu pengunjung. Hingga H+2 Lebaran atau Rabu (4/5/2022) tercatat pengunjung yang masuk mencapai 80.338 orang.
“Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata, belum bisa mengungkapkan karena harus menghitungnya terlebih dahulu,” kata Aldian, Kamis siang.
Dia optimsitis target kunjungan sebanyak 154.403 orang selama libur lebaran bisa terlampaui. Keyakinan ini tak lepas dari antusiasme tingkat kunjungan wisata yang tinggi untuk berwisata ke Gunungkidul. “Masih ada waktu empat hari dan mudah-mudahan terlampaui targetnya,” katanya.
Baca juga: Libur Lebaran, SAR Gunungkidul 24 Jam Berjaga di Pantai
Aldian menambahkan, untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung, dinas pariwisata sudah mengeluarkan edaran untuk pelaku usaha wisata. Selain meminta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di toilet, juga ada imbauan untuk tidak mematok tarif seenaknya ke pengunjung yang ingin membeli makanan maupun souvenir.
“Kami minta untuk melampirkan daftar harga di barang atau makanan yang dijual,” katanya.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griyavinto Sakti mengatakan, siap membantu pemkab dalam upaya memperlancar arus lalu lintas di kawasan wisata. Menurut dia, upaya rekayasa sudah dipersiapkan khususnya di jalur menuju wisata pantai. “Tidak hanya untuk masuk, tapi rekaysa juga saat kepulangan sehingga tidak menyebabkan kemacetan,” katanya.
Dia mencontohkan, untuk jalur kepulangan sudah menyiapkan rekayasa untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di jalur utama Jogja-Wonosari. Bagi pengendara kendaraan pribadi saat menuju Kota Jogja akan diarahkan melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menuju imogiri. Selain itu, juga ada imbauan melalui jalur alternative penghubung Gunungkidul-Sleman. “Jalur utama lebih diperuntukan kendaraan besar. sedangkan mobil pribadi bisa lewat jalur alterative yang disediakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Pegadaian bergerak cepat membantu pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)