Bank Jateng Syariah dan Ash Shodiqiyah Jalin Kerja Sama Digitalisasi
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Soto Lenthok Pak Sadari-Limasan/Ist
JOGJA-Salah satu kuliner khas Indonesia adalah soto. Makanan yang juga kerap disebut juga dengan sroto, tauto atau coto ini menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia untuk dijadikan santapan vezat dengan varian kuah yang menyesuaikan lidah setiap adat di Indonesia. Bahkan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Soto Lenthok Pak Sadari-Limasan yang menjadi Legenda Kuliner Tempo Doeloe sangat digandrungi dari berbagai kalangan.
Menengok ke belakang, nama Soto Lenthok Pak Sadari-Limasan sendiri dibuat berdasarkan nama dari Sadari yang merupakan pelopor soto Lenthok. Dimulainya menjajakan soto Lenthok pada tahun 1957, Sadari mengandalkan sebuah pikulan atau sejenis gerobak yang di pikul di bahu, berjalan kaki sepanjang Gununkidul menuju ke tengah Kota Yogja tepatnya di daerah Pakualaman tempat Sadari mondok berjualan soto Lenthok.
Hingga pada tahun 1982 Sadari membuahkan hasil dari keringatnya, dengan memiliki outlet perdananya di daerah Hayam Wuruk, Yogyakarta.
Soto Lenthok Sadari kini diteruskan oleh anaknya yaitu Subargo yamg telah memiliki beberapa outlet. Berkolaborasi bersama Sendok Sumpit Group yang merupakan perusahaan kawakan di bidang kuliner, sepakat untuk mengembangkan outlet Soto Lenthok Pak Sadari dengan tetap mengedepankan cita rasa soto Lenthok yang tidak berubah hingga kini.
Bahkan di tangan emas Subargo serta keahlian dari Sendok Sumpit Group dalam pengelolaan, soto Lenthok kini membuka satu outlet pada tanggal 19 Agustus 2022, yang berlokasi di jalan Pamularsih no.152 B Klaseman, Yogyakarta dengan nama outlet yaitu Soto Lenthok Pak Sadari-Limasan. Dengan waktu operasional mulai Pk 06.00 WIB hingga Pk 14.00 WIB dan dibuka setiap hari.
Menu andalan dan yang menjadi ciri khas kelezatan adalah Lenthok yang menggunakan perkedel yang terbuat dari singkong dengan tampilan unik menyerupai bola dan bertekstur renyah (crispy) yang tidak mudah hancur saat dicampur dengan gurihnya kuah soto.
Untuk tetap menjaga menjaga cita rasa lebih dari 60 tahun, Subargo selalu menggunakan ayam kampung yang disajikan dengan aneka sate seperti sate jeroan, sate brutu, sate kulit, sate telur serta tersedia ekstra daging ayam dan lentuk secara terpisah.
Tak lengkap rasanya melihat keindahan kultur dan wisata Yogyakarta tanpa mencicipi kuliner nikmat dari Soto Lenthok Pak Sadari-Limasan.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.