Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Desa wisata Potrobayan.-Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Di kalangan anak muda Jogja, saat ini sedang tren piknik dengan istilah healing. Anak muda biasanya akan merencanakan perjalanan tamasya ke suatu tempat, untuk menyembuhkan diri atau melepaskan beban dari rutinitas sehari-hari.
Di antara berbagai rekomendasi tempat wisata, mengunjungi desa wisata juga bisa dijadikan sarana healing. Pengunjung bisa menggelar tikar piknik, camping, bahkan mengikuti sejumlah atraksi yang ditawarkan.
Berikut ini sejumlah rekomendasi desa wisata yang ada di Jogja, cocok dijadikan spot healing!
Desa Wisata Potrobayan
Desa wisata ini tengah digandrungi anak muda Jogja. Potret anak muda duduk bersantai di rerumputan yang terletak di pinggir Kali Opak bertebaran di media sosial.
Spot yang berada di Desa Wisata Potrobayan, Pundong, Bantul itu memungkinkan wisatawan untuk sekadar nyore atau piknik di sore hari, sambil menikmati pemandangan sungai, maupun bermalam dengan berkemah. Pengunjung pun diperbolehkan membawa tikar piknik dan bekalnya sendiri.
Tarif yang ditawarkan sangat terjangkau. Informasi dari Instagram @potrobayan, bagi wisatawan yang berkunjung untuk healing atau nyore hanya dipungut biaya parkir kendaraan. Sementara, dana perawatan dipungut sukarela. Bagi wisatawan yang ingin bermalam dengan kemah, maka dana perawatan sebesar Rp10 ribu.
Desa Wisata Tinalah
Desa wisata yang berlokasi di Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo ini terletak di kawasan Sungai Tinalah dan Pegunungan Menoreh. Spot ini cocok dijadikan sebagai tempat healing untuk menghilangkan rasa penat dan mengembalikan kesegaran di tengah kesibukan yang melanda.
Di sini, pengunjung bisa berkemah di bumi perkemahan yang tersedia di pinggir persawahan yang biasa digunakan untuk susur sungai. Bangun pagi dengan pemandangan Pegunungan Menoreh bisa menjadi pengalaman yang tak ada duanya.
Desa wisata yang termasuk ke dalam 50 Desa Wisata terbaik menurut Kemenparekraf ini baru-baru ini menyuguhkan program eduwisata baru, yaitu astro camp. Pengunjung yang berkemah bisa diajak belajar mengenai tata surya dan benda-benda langit.
Desa Wisata Tepus
Di Desa Wisata Tepus, Gunungkidul, ada satu spot yang masih jarang dikunjungi wisatawan, yaitu Pantai Mbeling. Destinasi ini bahkan masih asing di telinga masyarakat, lantaran tidak seperti pantai pada umumnya di Gunungkidul.
Di Pantai Mbeling, tidak ada area pasir pantai, bahkan wisatawan tidak bisa bermain air. Namun, pengunjung bisa berkunjung ke sana dan melihat laut lepas dari tebing tinggi. Spot ini pun cocok untuk healing dan bersantai.
Pantai ini biasanya hanya didatangi oleh pemancing atau warga sekitar saja. Bagi wisatawan yang hendak berkunjung sebaiknya berhati-hati karena kawasan itu masih belum banyak fasilitas seperti pagar pembatas tebing, dan aksesnya hanya cukup dilalui kendaraan bermotor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.