Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Pertunjukkan Wayang Potehi di Kelenteng Hong Tiek Hian. - Instagram okintari
Harianjogja.com, JOGJA—Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek biasanya berlangsung selama lima belas hari. Untuk merasakan suasananya yang meriah, berkunjung ke sejumlah destinasi wisata khas Tionghoa bisa menjadi pilihan.
Masyarakat Tionghoa di Indonesia tersebar di berbagai daerah. Tak heran, banyak destinasi maupun bangunan bersejarah yang bisa dikunjungi untuk berwisata dalam suasana Imlek. Semarak aksesori berwarna merah yang menghiasi setiap bangunan pun bisa menjadi spot swafoto yang menarik.
Kelenteng Hong Tiek Hian
Jika mengunjungi Surabaya, maka sempatkan mampir ke Kelenteng Hong Tiek Hian untuk menonton pertunjukkan Wayang Potehi. Tak hanya ketika Imlek, setiap hari Wayang Potehi dipentaskan di sini.
Kelenteng yang berada di Pabean Cantikan, Surabaya Utara ini disebut sebagai kelenteng tertua di Surabaya. Pentas Wayang Potehi sudah dimulai sejak 1960. Setiap harinya, pertunjukkan berlangsung selama 2 jam.
Cerita yang disajikan berasal dari kisah klasik China, seperti legenda dinasti-dinasti. Wisatawan pun tak perlu khawatir lantaran pentas pertunjukkan boneka tradisional asal Fujian China ini menggunakan bahasa Indonesia.
Museum Tjong A Fie
Rumah dengan gaya arsitektur Eropa, China, dan Melayu yang berpadu dalam satu rumah bisa ditemukan di rumah Tjong A Fie. Berlokasi di Medan, rumah seluas 8.000 meter persegi itu kini menjadi destinasi wisata yang menarik.
Rumah ini dimiliki Tjong A Fie sebagai salah satu tokoh Tionghoa di Medan. Dibangun sekitar tahun 1900, gaya arsitekturnya dibuat saling berpadu menyesuaikan tamu Tjong A Fie yang berasal dari berbagai latar belakang kala itu.
Sebagian rumah ini masih ditempati anak cucu Tjong A Fie. Namun, sebagian yang lain sudah dijadikan museum sejak 18 Juni 2009. Wisatawan bisa datang setiap hari dan membayar tiket masuk sebesar Rp35.000.
Kelenteng Tien Kok Sie
Berkunjung ke Surakarta tak akan lengkap jika tidak mampir ke Kawasan Pasar Gede Solo. Di sebelahnya, berdiri kelenteng tertua di Indonesia yaitu Kelenteng Tien Kok Sie.
Kelenteng yang diperkirakan dibangun sejak 1745-1748 itu masih berdiri hingga saat ini. Hampir semua struktur bangunannya masih asli, mulai dari dua arca singa penolak bala (Ciok Say) yang berjaga di luar gerbang, hingga pilar-pilar kayu jati yang menyangga kuda-kuda berhiaskan ukiran naga.
Meski diapit oleh ruko-ruko di kawasan pasar, namun kelenteng itu tetap menarik perhatian dengan warna merahnya. Selain jadi tempat ibadah Tridharma, banyak pula wisatawan yang hadir ke kelenteng ini untuk berswafoto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.