Giant Sea Wall Pantura Mulai Groundbreaking Oktober, Ini Tahapannya
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
Pengunjung berjalan-jalan dan mengambil foto bunga sakura di salah satu taman di Nakameguro, Tokyo./ANTARA-Juwita Trisna Rahayu\r\n
Harianjogja.com, TOKYO—Berbicara soal Jepang, pasti tak lepas dengan sakuranya. Ya, sakura memang menjadi bunga ikonik yang ada di negeri tersebut.
Pesona bunga sakura seakan tidak habisnya dalam memikat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Jepang. Salah satu wisatawan asal Malaysia, Sutha, saat ditemui di Tokyo, Sabtu, mengatakan ia datang ke Jepang hanya untuk melihat kecantikan bunga sakura.
“Saya datang dari Malaysia ke sini hanya untuk melihat sakura,” katanya dikutip Antara, Sabtu (8/4/2023).
Ia mengaku sudah merencanakan kunjungan itu sejak enam bahkan tujuh tahun lalu, tetapi kembali terhalang karena adanya pandemi Covid-19.
“Akhirnya saya bisa ke sini dan ini sedang ramai-ramainya, padat sekali tapi saya bisa katakan ini layak untuk dikunjungi,” ujarnya.
Menurut dia, destinasi wisata sakura yang berada di Nakameguro, Tokyo itu, sangat bagus dan wajib dikunjungi bagi para pelancong.
“Tempat ini bagus sekali. Pemandangannya mengagumkan. Anda harus mengunjungi tempat ini setidaknya sekali seumur hidup,” katanya.
Baca juga: Di Perpustakaan Ini, Kita Bisa Membaca di Dua Negara Berbeda
Kepadatan pengunjung lokal dan mancanegara mulai terlihat dari Stasiun Nakameguro, terlebih saat ini protokol kesehatan sudah mulai dilonggarkan, seperti tidak lagi diwajibkan untuk menggunakan masker.
Pohon-pohon sakura itu berderet di sepanjang Sungai Meguro yang sudah terlihat dari kejauhan.
Para pengunjung umumnya berkeliling dan berfoto untuk mengabadikan momentum tersebut dengan ikon Jepang itu.
Namun, banyak juga di antara mereka yang hanya duduk-duduk di bawah pohon sakura, menikmati pemandangan sambil menghirup udara sejuk musim semi.
Pohon sakura umumnya dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Jepang. Di wilayah Kanto atau Tokyo dan sekitarnya, waktu terbaik untuk menikmati sakura yang bermekaran adalah akhir Maret hingga awal April.
Karena waktu mekar yang singkat itu, banyak yang berburu untuk melakukan sakura hanami atau semacam piknik di bawah pohon sakura, seperti di taman-taman Kota Fujisawa dan Chigasaki, Prefektur Kanagawa.
Selain sebagai ciri musim dingin yang sudah berakhir, mekarnya sakura juga pertanda awal tahun ajaran baru.
Tidak heran, banyak orang tua dan calon siswa-siswi berfoto dengan seragam sekolah di bawah pohon sakura.
Pemerintah Jepang menetapkan tahun ajaran baru pada April atau bertepatan dengan mekarnya sakura, salah satu tujuannya adalah agar membawa keceriaan dan semangat sebelum memulai sekolah di tahun ajaran baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.