KPK Dalami Investasi PPT Energy Trading, Dirut PT CEP Diperiksa
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
Pengunjung berjalan-jalan dan mengambil foto bunga sakura di salah satu taman di Nakameguro, Tokyo./ANTARA-Juwita Trisna Rahayu\r\n
Harianjogja.com, TOKYO—Berbicara soal Jepang, pasti tak lepas dengan sakuranya. Ya, sakura memang menjadi bunga ikonik yang ada di negeri tersebut.
Pesona bunga sakura seakan tidak habisnya dalam memikat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Jepang. Salah satu wisatawan asal Malaysia, Sutha, saat ditemui di Tokyo, Sabtu, mengatakan ia datang ke Jepang hanya untuk melihat kecantikan bunga sakura.
“Saya datang dari Malaysia ke sini hanya untuk melihat sakura,” katanya dikutip Antara, Sabtu (8/4/2023).
Ia mengaku sudah merencanakan kunjungan itu sejak enam bahkan tujuh tahun lalu, tetapi kembali terhalang karena adanya pandemi Covid-19.
“Akhirnya saya bisa ke sini dan ini sedang ramai-ramainya, padat sekali tapi saya bisa katakan ini layak untuk dikunjungi,” ujarnya.
Menurut dia, destinasi wisata sakura yang berada di Nakameguro, Tokyo itu, sangat bagus dan wajib dikunjungi bagi para pelancong.
“Tempat ini bagus sekali. Pemandangannya mengagumkan. Anda harus mengunjungi tempat ini setidaknya sekali seumur hidup,” katanya.
Baca juga: Di Perpustakaan Ini, Kita Bisa Membaca di Dua Negara Berbeda
Kepadatan pengunjung lokal dan mancanegara mulai terlihat dari Stasiun Nakameguro, terlebih saat ini protokol kesehatan sudah mulai dilonggarkan, seperti tidak lagi diwajibkan untuk menggunakan masker.
Pohon-pohon sakura itu berderet di sepanjang Sungai Meguro yang sudah terlihat dari kejauhan.
Para pengunjung umumnya berkeliling dan berfoto untuk mengabadikan momentum tersebut dengan ikon Jepang itu.
Namun, banyak juga di antara mereka yang hanya duduk-duduk di bawah pohon sakura, menikmati pemandangan sambil menghirup udara sejuk musim semi.
Pohon sakura umumnya dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Jepang. Di wilayah Kanto atau Tokyo dan sekitarnya, waktu terbaik untuk menikmati sakura yang bermekaran adalah akhir Maret hingga awal April.
Karena waktu mekar yang singkat itu, banyak yang berburu untuk melakukan sakura hanami atau semacam piknik di bawah pohon sakura, seperti di taman-taman Kota Fujisawa dan Chigasaki, Prefektur Kanagawa.
Selain sebagai ciri musim dingin yang sudah berakhir, mekarnya sakura juga pertanda awal tahun ajaran baru.
Tidak heran, banyak orang tua dan calon siswa-siswi berfoto dengan seragam sekolah di bawah pohon sakura.
Pemerintah Jepang menetapkan tahun ajaran baru pada April atau bertepatan dengan mekarnya sakura, salah satu tujuannya adalah agar membawa keceriaan dan semangat sebelum memulai sekolah di tahun ajaran baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Timnas Swedia umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Isak, Elanga, dan Lindelof jadi andalan di Grup F.
Pakar UII Jogja mengembangkan AI wisata halal berbasis graf pengetahuan untuk menyatukan data wisata halal global yang lebih akurat dan cepat.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.