Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Suasana lalu lintas Jalan Parangtritis, Bantul, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Jogja terutama kaum mudanya, tentu tidak asing dengan kata-kata Jakal, Jamal, Monjali, hingga Sarkem. Ya, sebutan-sebutan itu merupakan singkatan nama jalan dan daerah yang ada di Jogja.
Ada yang menyebut bahwa orang Jogja memang jago menyingkat nama. Bahkan dalam percakapan sehari-hari, nama-nama daerah itu malah lebih tenar singkatannya dibanding nama aslinya.
Apakah karena lebih praktis dan pengucapannya lebih cepat?
"Ya," jawab seorang warga Jogja bernama Anna, 30, yang kesehariannya melaju dari rumahnya di Sleman menuju tempat kerjanya di Kota Baru, Jogja.
Saat ditanya rute perjalanan menuju kantornya, ia menjawab, "Lewat Jakal [Jalan Kaliurang] ke selatan, perempatan Mirota [Manna Kampus] ke timur, bundaran UGM ke selatan, langsung masuk kantorku di daerah Kobar [Kota Baru]".
Baca juga: Video Detik-detik Bus Masuk Jurang di Tegal, Masyarakat Teriak Histeris
Penyebutan tempat yang disingkat ini memang menjadi keunikan Jogja. Daripada menyebutnya terlalu panjang, anak-anak muda memilih menggunakan singkatan agar lebih singkat, padat, dan jelas.
Berikut ini nama-nama singkatan jalan dan daerah di Jogja yang sudah dikenal dan populer di masyarakat:
Jakal adalah akronim dari Jalan Kaliurang. Anak-anak mahasiswa di Sleman tentu sangat familiar dengan wilayah ini karena menjadi jalan favorit saat akan berangkat kuliah ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan sekitarnya. Jalan ini membentang mulai dari titik nol Jakal di perempatan Mirota Kampus hingga wilayah Kaliurang.
Selain Jakal, ada pula Jamal yaitu Jalan Magelang yang membentang mulai dari daerah Pingit ke utara. Jalan ini menghubungkan antara Jogja dengan Magelang yang melewati beberapa kantor besar dan pusat perbelanjaan. Seperti Kantor TVRI, Jogja City Mall (JCM), Sleman City Hall, hingga Polres Sleman.
Saat mengatakan daerah Monjali, masyarakat Jogja sudah paham bahwa yang dimaksud adalah kawasan yang berdekatan dengan Monumen Jogja Kembali. Membentang di Jalan Monjali mulai Ring Road Utara ke selatan hingga Jalan AM Sangaji.
Nama Concat juga sudah tidak asing lagi. Kepanjangan Concat adalah Condong Catur, salah satu desa yang ada di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Nama daerah ini cukup populer karena selain memiliki banyak kompleks perumahan dan mal besar yakni Hartono Mall, di sini juga terdapat tempat nongkrong untuk anak muda seperti Taman Kuliner dan cafe-cafe lainnya.
Kobar adalah singkatan dari Kotabaru, sebuah wilayah yang berdekatan dengan Malioboro. Kotabaru merupakan sebuah kalurahan yang terletak di Kemantren Gondokusuman. Di sini dikenal gudangnya bangunan kolonial peninggalan zaman Belanda. Ada yang dimanfaatkan sebagai pusat perkantoran, sekolah, cafe, hingga restoran.
6. Wonsa
Tak hanya di pusat kota, Gunungkidul pun juga punya singkatan nama jalan yang cukup terkenal yakni Wonsa. Wonsa merupakan akronim dari Wonosari. Tidak hanya Jalan Wonosari, kata Wonsa juga sering dipakai untuk menunjuk kotanya Bumi Handayani ini.
Tidak hanya Bahasa Indonesia, singkatan daerah di DIY juga ada yang menggunakan Bahasa Inggris. Westprog misalnya yang merupakan kependekan dari West Progo atau Kulonprogo. Anak muda Jogja biasa mengucapkan ini biar terkesan lebih gaul dan modern.
Selain Jakal dan Jamal, ada pula Japar yang merupakan akronim dari Jalan Parangtritis. Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pasti sudah hafal karena kampus mereka terletak di tepi jalan ini. Membentang mulai dari Pojok Beteng Timur hingga Pantai Parangtritis, jalan ini juga sangat dikenal para pengendara bus wisata yang hendak menuju kawasan pantai selatan.
9. Jaim
Bukan jaga image, Jaim menurut orang Jogja adalah Jalan Imogiri. Jalan Imogiri merupakan salah satu ruas jalan yang ada di Imogiri, Bantul. Jalan ini membentang mulai dari Bantul di dalam area Ring Road hingga Imogiri. Saat memasuki wilayah Imogiri, jalanan ini teduh dan asri karena banyak pohon-pohon dan tanaman hijau di kanan kirinya.
Jokteng atau Pojok Beteng adalah titik di Jogja yang sangat dikenal masyarakat setempat. Bangunan ini merupakan sebuah beteng yang menjadi pembatas wilayah Kraton Jogja. Ada dua Jokteng yang cukup populer yaitu Jokteng Wetan atau Jokteng Timur dan Jokteng Kulon atau barat.
Tamsis juga menjadi singkatan nama jalan dan daerah yang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Jogja. Kepanjangannya adalah Taman Siswa. Keberadaaan nama jalan yang cukup populer ini tidak lepas dari adanya padepokan milik Ki Hadjar Dewantara bernama Taman Siswa yang ada di ruas jalan tersebut.
Orang Jogja pasti kenal dengan Sarkem. Akronim dari Pasar Kembang ini merupakan sebuah jalan yang ada di antara Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu dengan Malioboro. Orang banyak mengenalnya sebagai areal prostitusi meski pemerintah sudah berupaya sedemikian rupa untuk menghilangkan citra tersebut.
Itulah 12 singkatan nama jalan dan daerah yang ada di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.