Bus Tak Lagi Parkir di TKP Senopati, Ini Lokasi Drop Zone Wisata Taman Pintar Jogja
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Caption : Pengrajin gerabah membuat gerbah di Desa Wisata Kasongan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul beberapa waktu lalu. /Dok. Dispar Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL–Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY memang belum terlalu tinggi, namun saat ini menunjukkan tren adanya peningkatan. Salah satunya di Bantul, di mana beberapa destinasi dengan konsep desa wisata dan cagara budaya banyak dikunjungi wisatawan.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul ada lebih dari 95 persen wisatawan domestik yang berkunjung ke Kabupaten Bantul selama tahun 2023. Guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, Dispar Bantul mendorong agar desa wisata dapat menarik minat wisatawan mancanegara.
BACA JUGA : Duh, 30% Destinasi Wisata Air di Bantul Belum Punya Tim Penyelamat
Kepala Dispar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Bantul tercatat 1,8 juta orang selama beberapa bulan terakhir di 2023. Angka ini berdasarkan jumlah kunjungan destinasi wisata retribusi yang lebih dari 95 persen di antaranya merupakan wisatawan domestik dan sisanya baru wisatawan mancanegara. Oleh karena itu dinas berupaya agar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat hingga akhir tahun 2023. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY mayoritas masih menyukai wisata berbasis budaya yang ada di beberapa daerah di DIY.
“[Ketertarikan wisatawan mancanegara] lebih ke heritage, ini kan cukup baik. Itu yang perlu digarap secara lebih lebih baik lagi, secara prinsip kraft kita juga menarik, lalu kehidupan masyarakat kita yang diwarnai budaya saya kira menarik juga,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (21/9/2023).
Belakangan, menurut Heru wisatawan mancanegara pun mulai mengunjungi beberapa desa wisata yang ada di Kabupaten Bantul. Beberapa desa wisata yang mulai dikunjungi wisatawan mancanegara antara lain Desa Wisata Jagalan, Kasongan dan Wukirsari.
Menurut Heru setiap desa wisata yang ada di Kabupaten Bantul memiliki potensi budaya masing-masing, seperti Desa Wisata Jagalan yang menawarkan wisata sejarah kerajaan Mataram Islam. Dengan potensi tersebut apabila dikemas dengan baik, menurutnya dapat menarik minat lebih banyak wisatawan mancanegara.
Karena itu, menurut Heru pihaknya telah memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengelola desa wisata agar dapat mengemas potensi desanya dengan baik, antara lain pelatihan bagi event organiser [EO] di desa wisata.
BACA JUGA : Target PAD Sektor Wisata Bantul Baru Mencapai 33 Persen
“Kita memberikan penguatan kapasitas pengelola [desa wisata]. Bantul memiliki potensi daya tarik yang kuat, karena itu mengentertain sebuah potensi itu menjadi penting,” katanya.
Selain itu menurut Heru, desa wisata juga diharapkan lebih menggencarkan potensi desanya melalui berbagai event dan sosial media, sehingga dapat menjangkau lebih banyak wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
OpenAI akan memasang watermark tak terlihat pada teks ChatGPT dan Codex di Uni Eropa. Ini cara kerja dan batasan deteksinya.
Toprak Razgatlioglu mengisi bensin eceran di Kuta Mandalika jelang MotoGP 2026. Ia punya sejarah kuat di sirkuit tersebut sejak era WSBK.
Tobey Maguire dan Jennifer Meyer resmi bercerai setelah hampir 10 tahun berpisah. Keduanya kini berstatus lajang, meski ada perkara lain yang masih berjalan.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan orang superkaya tercepat di dunia, dari 3.833 menjadi 6.966 orang pada 2031.