Jadwal Lengkap PSS Sleman Super League 2026-2027 Termasuk Derbi DIY
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat berfoto bersama dengan komunitas dalam sesi penjelasan ke media terkait event lari marathon, Kamis (21/9/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Event lari akbar bertajuk The International Yogyakarta 42K Marathon (TIY42K) akan digelar pada 8 Oktober 2023 mendatang. Sport tourism yang akan diikuti 3.000 pelari dari nasional dan internasional sepanjang 42 kilometer ini akan melewati sejumlah rute menarik di Jogja mulai dari akwasan sumbu filosofi hingga destinasi di Bantul.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menjelaskan event The International Yogyakarta 42K Marathon ini tentu banyak yang menunggu. Karena akan menjadi konsep city marathon yang pertama kali digelar di Kota Jogja. Apalagi berskala internasional harapannya bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan pariwisata di Jogja.
BACA JUGA : Kawasan Alun-Alun Utara Bakal Jadi Area Olahraga Lagi, Ada Event Lari Sebulan Sekali
“Sport tourism ini tentu menarik bagi Kota Jogja, kami berharap bisa berdampak ke perekonomian bagi Kota Jogja. Tentu kami mengapresiasi pelaksanaan event ini,” kata Singgih, Kamis (22/9/2023).
City Marathon ini dgelar untuk memeriahkan HUT ke-267 Kota Jogja yang digelar PT Dyandra Promosindo bekerjasama dengan PT Raga Jiwa Mulia dan didukung oleh Pemkot Jogja.
Singgih menilai selain dapat membantu promosi wisata, sport tourism ini juga dapat mengenalkan kepada peserta tentang warisan sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Jogja termasuk sumbu filosofi yang baru saja mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
“Karena nanti peserta pasti banyak dan ramai, kami bisa dikelola dengan naik agar tidak terjadi penumpukan peserta di satu area tertentu yang menimbulkan masalah lalu lintas. Nanti bisa berkoodinasi dengan kepolisian dan instansi lain terkait karena karakter topografi dan jaringan jalan raya yang relatif tidak terlalu lebar,” ujarnya.
Race Director The International Yogyakarta 42K Marathon Lexi Rohi menambahkan event lari ini akan terbagi dalam 42 kilometer, 21 kilometer dan 10 kilometer dengan rute lari dalam kota yang melewati landmark kebanggaan Kota Jogja terutama kawasan sumbu filosofi dari Tugu Jogja, Malioboro, Pasar Beringharjo, Titik Nol Kilometer.
“Rute ini menyuguhkan keramahtamahan Jogja dan kuliner yang khas. Kemudian yang di rute 42K, tidak hanya melintasi Kota Jogja, tetapi juga melintasi Kota Bantul. Untuk Rute 42K akan start pada pukul 04:45 WIB dan cut off time pada pukul 11:45 WIB. Sedangkan Rute 21K akan start pada pukul 05:15 WIB dengan cut off time pada pukul 08:45 WIB, di Rute 10K start pukul 05:30 WIB dengan cut off time 07:30 WIB,” ujarnya.
BACA JUGA : 3.500 Pelari Akan Ramaikan BPD DIY Malioboro Run 2023
Peserta yang sudah memastikan hadir sudah di angka lebih dari 2.000 orang. Selain itu ada 16 pelari dari luar negeri seperti Singapura, Belanda, Kenya dan Malaysia yang sudah konfirmasi akan hadir.
“Rute maraton telah dirancang untuk memberikan pengalaman lari yang menarik, melalui berbagai landmark ikonik Kota Jogja. Kemudian mengenalkan Jogja yang penuh warisan sejarah dan budaya kepada pecinta lari nasional maupun internasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.