Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Sebuah pabrik pengolahan limbah di Osaka ramai dikunjungi wisatawan karena punya eksterior unik. / Ist
Harianjogja.com, OSAKA—Sebuah pabrik pengolahan limbah di Osaka, Jepang ramai dikunjungi wisatawan karena memiliki desain eksterior bangunan yang unik.
Pabrik Insinerasi Maishima merupakan tempat pengolahan limbah di Osaka. Gedungnya yang berwarna-warni sering disalahartikan sebagai taman hiburan.
Padahal, gedung pengolahan limbah itu memang sengaja dibangun dengan konsep warna-warni dan kekinian agar orang-orang bisa merasa ‘dekat’ dengan sistem pengolahan limbah.
BACA JUGA: Mau Belanja Minim Sampah, Ini Rekomendasi Toko Curah di Jogja
Melansir Japan-Forward, pabrik tersebut dijalankan oleh Otoritas Pengelolaan Sampah Osaka di Daerah Konohana Osaka, tidak jauh dari Universal Studios Jepang (USJ). Pabrik tersebut mendaur ulang baja dan aluminium serta menggunakan uap untuk menghasilkan listrik.
Desain artistiknya menarik banyak pengunjung dan berkontribusi terhadap kesadaran akan isu pengelolaan sampah.
Ketika menyeberangi Jembatan Konohana sepanjang 1,6 km dan memasuki pulau buatan Maishima, orang pasti akan memperhatikan Pabrik Maishima. Dengan menara biru muda, bola emas, jendela warna-warni, dan dinding mozaik, tanaman ini menyerupai kastil di taman hiburan. Bahkan, sempat disangka USJ.
Bangunan ini dirancang oleh Friedensreich Hundertwasser, seorang seniman dari Wina, Austria, dengan konsep "harmoni teknologi, ekologi, dan seni". Ide untuk Pabrik Maishima yang artistik muncul saat Osaka mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2008. Pulau Maishima seluas 220 hektar dimaksudkan untuk menampung fasilitas atletik utama, dan fasilitas insinerasi dibangun sebagai landmark.
Pembangunan pabrik dimulai pada tahun 1997 dan selesai pada tahun 2001, dengan biaya sekitar 60,9 miliar JPY atau sekitar Rp6,3 triliun.
BACA JUGA: PHRI Bantul Klaim Sampah Hotel-Resto Sudah Dikelola Mandiri
Fasilitas tersebut berisi dua insinerator dengan kapasitas harian 900 ton. Ini juga berisi fasilitas pengolahan limbah besar dengan kapasitas harian 170 ton.
Pabrik Maishima dan warna-warnanya yang mencolok tidak berusaha menyembunyikan citra negatif dari pabrik pengolahan limbah, melainkan untuk menekankan betapa fasilitas tersebut tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.
Data pra-pandemi hingga tahun fiskal 2019 mengungkapkan bahwa antara 15.000 dan 17.000 orang mengunjungi pabrik tersebut setiap tahunnya. Beberapa pengunjung datang untuk melihat desain tersebut, bahkan tanpa mengetahui bahwa itu adalah instalasi pengolahan limbah. Pada masa-masa awal, banyak juga pengunjung yang datang dari luar negeri untuk melihat peralatan canggih yang terpasang.
Siapa pun dapat mengunjungi pabrik secara gratis, tetapi harus mengajukan permohonan terlebih dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Japan-Forward
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.