Komitmen Perpustakaan USD Alih Aksara Lontar Kuno
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Gunung Ireng. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Mendaki gunung punya sensasi tersendiri. Bagi yang tidak punya waktu banyak, mendaki gunung yang tidak terlalu tinggi atau bisa tektok, menjadi alternatif singkat berwisata.
Berjalan perlahan, melihat berbagai pohon, dan hanya mendengar suara alam, menjadi kemewahan tersendiri dalam mendaki gunung. Berbicara gunung, tidak harus yang tinggi seperti Semeru atau Rinjani. Tidak kalah menarik untuk mendaki gunung yang jarak tempuhnya hanya sekitar satu atau dua jam perjalanan.
Justru dengan mendaki jenis gunung ini, kita bisa mengaksesnya walau hanya memiliki hari libur sehari. Nuansa gunungnya dapat, waktunya tidak banyak tersita. Berikut tiga gunung yang tidak terlalu tinggi di Jogja.
Gunung Ireng
Sekitar 23 tahun lalu, ada informasi apabila Gunung Ireng merupakan bagian dari Gunung Api Purba. Tersebab suatu letusan, bentuk Gunung Ireng berubah dari bentuk awalnya. Sisa-sisa letusan itu masih bisa kita saksikan hingga hari ini.
BACA JUGA : Pengelola Wisata di Lereng Gunung Merapi Diingatkan soal
Ukuran gunung yang tidak terlalu tinggi membuat Gunung Ireng cocok untuk wisata singkat, namun tetap memiliki unsur mendaki. Di puncak, tidak banyak pohon yang tumbuh. Bebatuan di sekitarnya berwarna hitam, yang menjadi dasar penamaan gunung ini. Ireng merupakan Bahasa Jawa, yang padanan kata dalam Indonesia artinya hitam.
Gunung Ireng salah satu spot yang cocok untuk menyaksikan dan menikmati matahari terbit. Meski di atasnya gundul, pemandangan di bawahnya masih hijau dengan berbagai tumbuhannya. Untuk memasuki area gunung, pengunjung perlu membayar Rp5.000, sudah termasuk akses mendaki dan parkir. Gunung Ireng terletak di Pengkok, Patuk, Gunungkidul. Jarak dari Kota Jogja sekitar 23 kilometer, dengan perkiraan 1 jam 5 menit berkendara dengan mobil.
Gunung Gentong
Di samping Gunung Ireng, Gunung Gentong juga menyuguhkan pemandangan matahari terbit. Ada penyebutan unik dari gunung itu. Masyarakat sekitar menyebutnya 4G, alias Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul. Singkatan ini agar masyarakat gampang mengingatnya. Dahulu, puncak 4G masih rimba, sehingga masyarakat lokal perlu membersihkan dan menjadikannya objek wisata hingga hari ini.
Apabila sedang beruntung, pengunjung bisa melihat matahari terbit, dengan lautan awan di bawahnya. Apabila sedang cerah, berbagai kehidupan tumbuhan di bawahnya juga terlihat indah. Pengunjung bisa mendirikan tenda sembari menikmati udara segar di puncak 4G.
Tidak ada tiket masuk ke kawasan ini. Cukup membayar parkir, untuk mobil Rp5.000 dan motor Rp3.000. Gunung Gentong berada di Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul. Jarak dari Kota Jogja sekitar 33 kilometer, dengan perkiraan 1 jam 20 menit berkendara dengan mobil.
Gunung Suroloyo
Apabila dua gunung sebelumnya berada di Gunungkidul, sekarang kita beralih ke Kulonprogo. Namanya Gunung Suroloyo. Ketinggian puncak tertinggi Pegunungan Menoreh ini sekitar 1.017 Mdpl. Dari puncak, bisa terlihat pemandangan perbatasan Jogja dan Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, dari puncak juga bisa terlihat Candi Borobudur, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, hingga Samudera Hindia. Terdapat Sendang Kawidodaren di kawasan Suroloyo yang biasa masyarakat gunakan untuk upacara tradisional setiap tanggal 1 Syuro dalam penanggalan Jawa.
Setiap tanggal itu, masyarakat menggelar upacara jamasan pusaka pemberian dari Kraton Jogja berupa Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggolo Dewo. Ada serangkaian kegiatan adat sampai kesenian.
Di hari-hari biasa, akses masuk ke kawasan ini sebesar Rp5.000. Gunung Suroloyo terletak di Dusun Keceme, Gerbosari, Samigaluh, Gunungkidul. Jarak dari Kota Jogja sekitar 38 kilometer, dengan perkiraan 1 jam 18 menit berkendara dengan mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.