Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Sebanyak 73 orang delegasi asal Malaysia yang didominasi pegiat pariwisata berfoto bersama saat mengunjungi Kraton Jogja, Kamis (23/11/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 73 orang delegasi asal Malaysia yang didominasi pegiat pariwisata di negeri Jiran melakukan rangkaian kunjungan ke destinasi super prioritas (DSP) Borobudur. Salah satunya mengunjung kawasan Sumbu Filosofi mulai dari Kraton Jogja hingga Masjid Jogokariyan.
Koordinator Rombongan Pegiat Pariwisata Malaysia Nd. Azmi Aziz menjelaskan ada 73 orang perwakilan dari berbagai instansi dan pelaku usaha yang bergerak di sektor wisata serta perwakilan Kementerian di Malaysia khususnya wilayah Trengganu mengikuti perjalanan ke Jogja. Termasuk beberapa perwakilan sejarawan Malaysia yang sering mengkaji hubungan kedua negara turut dalam kegiatan berkeliling sumbu filosofi.
BACA JUGA : Masa Kampanye Pemilu 2024 Bisa Berdampak pada Kunjungan Wisatawan ke Jogja
"Selama mengikuti keliling sumbu filosofi, rombongan kami banyak mendapatkan pesan penting, semuanya menikmati perjalanan ini, semua merasa senang dan kagum dengan aset budaya Jogja. Meski kami sedikit harus beradaptasi untuk urusan makanan," katanya kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Kompleks Inti Kraton Jogja, Kamis (23/11/2023).
Kedatangan rombongan Malaysia ke Jogja merupakan tindaklanjut dari sejumlah pertemuan bilateral antarkedua negar di bidang pariwisata. Selain DSP Borobudur, beberapa kota juga telah dikunjungi pada tahun sebelumnya. Ia berharap setelah kunjungan tersebut ada warga Jogja yang berwisata atau menempuh pendidikan di Trengganu. Sehingga hubungna kedua negara bisa terus terjalin dengan baik.
Azmi mengakui sebagian besar anggota rombongannya terkesan dengan Jogja, khususnya terkait dengan sumbu filosofi. "Termasuk tadi ahli sejarah dari Malaysia yang ikut bersama kami menyampaikan, bahwa jika melihat sejarah, dulu Trengganu [Malaysia] itu merupakan bagian dari Jogja, karena Mataram Islam merupakan keturunan dari raja-raja Majapahit yang wilayah kekuasaannya sampai Trengganu," katanya.
Selain ke Kraton, rombongan juga mengunjungi Masjid Jogokariyan yang masuk dalam kawasan penyangga sumbu filosofi. “Karena Masjid Jogokariyan ini sangat terkenal di Malaysia, populer sekali kalau Jogokariyan, maka kami minta masukkan itu menjadi destinasi,” katanya.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Pariwisata BPOP Ifran Suharto mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut Program Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Tourism Village Forum. Adapun BPOB bekerja sama dengan GIPI DIY dan Terengganu KG Stay & Homestay Association of Malaysia memperkenalkan Sumbu Filosofi, yang baru saja mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
BACA JUGA : Mau ke Tempat Wisata di Jogja dan Sekitarnya, Naik Trans Jogja Aja Lebih Hemat
Ia berharap 73 delegasi tersebut ketika pulang ke Malaysia bisa menceritakan terkait keunikan Destinasi Super Prioritas (DSP) khususnya yang berada di wilayah otorita BPOP seperti sumbu filosofi kepada instansi maupun keluarganya.
“Harapannya nanti mereka bisa berkunjung lagi ke DSP Borobudur dan kita bisa mencapai target kunjungan 2 juta wisman seperti dicanangkan Bapak Menteri dan kegiatan ini didukung juga Pemda DIY,” katanya.
Mereka melakukan serangkaian kegiatan selama enam hari di DSP Borobudur yang diharapkan dapat meningkatkan lama kunjungan wisman ke Jogja dan Jawa Tengah. Selain itu dapat mendorong peningkatan wisata belanja.
“Destinasi yang dituju seperti Taman Wisata Kelinci Ngargogondo Magelang, pengeloaan homestay syariah di desa wisata, ada forum diskusi. Hari ini di sumbu filosofi dan besok akan ke Nglanggeran Patuk yang juga telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai geoheritage dan desa wisata yang juga mendapatkan penghargaan baik di level nasional maupun internasional. Termasuk juga ke Masjid Jogokariyan karena mereka penasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.