Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Okupansi hotel di DIY pada libur panjang Mei 2024 ini disebut mencapai 85%.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo mengatakan okupansi pada libur Hari Peringatan Kenaikan Yesus Kristus kali ini sedikit lebih tinggi dibanding keterpakaian kamar hotel pada libur Idulfitri 2024.
Okupansi libur Idulfitri 2024 sekitar 80%. "Rata-rata okupansi hotel di DIY pada 9-11 Mei sekitar 85 persen,” kata Deddy saat dihubungi, Minggu (12/5/2024).
Adanya peningkatan wisatawan di DIY juga dirasakan oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY. Menurut Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto, jumlah wisatawan di libur panjang Mei 2024 ini lebih tinggi dibandingkan akhir pekan biasa. “Namun [jumlah wisatawan] belum sebanyak libur Lebaran,” kata Bobby, Minggu (12/5/2024).
Perkiraan jumlah wisatawan dari GIPI DIY itu masih secara pandangan mata di lapangan. Saat ini GIPI DIY masih menghimpun dan menghitung data pasti jumlah wisatawan yang datang ke DIY dalam rentang 9-12 Mei 2024.
Apabila libur panjang Mei 2024 ini okupansi hotel mencapai 85%, menjelang libur sekolah, sudah banyak wisatawan yang reservasi hotel di DIY. Per 12 Mei 2024 ini, reservasi hotel di DIY untuk Juni 2024 sudah mencapai 60%.
“Ini bulan Mei [2024] dari awal sampai dengan akhir, dari data yang sudah masuk sekitar 88 persen, wisatawan didominasi oleh rombongan sekolah, instansi, dan keluarga,” kata Deddy.
Tidak ada persiapan khusus menjelang libur sekolah. Namun anggota PHRI DIY sudah siap menerima tamu-tamu yang hendak menginap di hotel-hotel seluruh DIY. PHRI juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanannya.
BACA JUGA: Daftar Tanggal Merah Mei 2024, Ada 2 Kali Libur Panjang
Deddy memprediksi selama libur sekolah, akan banyak wisatawan mengunjungi destinasi wisata yang baru dibuka di DIY. Itu menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
Di samping itu, wisatawan juga kemungkinan akan mencoba destinasi wisata yang berasal dari pihak swasta di DIY. Belum lagi adanya inovasi produk dari hotel dan restoran di DIY, akan semakin membuat wisatawan banyak berdatangan.
“Serta [anak-anak sekolah juga diprediksi akan mengunjungi] perguruan tinggi yang menjadi tujuan wisata edukasi,” katanya. “Apalagi banyak kampus favorit di DIY.”
Selain destinasi-destinasi di atas, Bobby memprediksi tempat wisata unggulan di DIY masih tetap akan ramai. Beberapanya seperti Kraton Jogja, Tamansari, dan Malioboro. Destinasi yang juga akan ramai seperti tempat yang menonjolkan alamnya. Serta saat hendak pulang, wisatawan akan memadati tempat penjualan oleh-oleh khas DIY.
“Menjelang libur sekolah, GIPI berkomitmen [mengelola dan] menjadi destinasi yang bertanggung jawab, tentunya menjadi syarat mutlak untuk semakin majunya pariwisata DIY dan sesuai dengan harapan atau ekspektasi wisatawan,” kata Bobby.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.