DPRD Bantul Minta Pengelola Tambak dan Kolam Ikan Perhatikan Dampak Lingkungan
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Sejumlah menu olahan daging kambing yang ditawarkan di warung Sate Pak Jede, Kamis (20/6/2024)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Di momen Iduladha, banyak masyarakat mengolah sendiri daging sapi dan kambing. Meski begitu, kunjungan ke pusat kuliner daging kambing khas Jogja yang dikenal dengan satai klatak, tetap tinggi.
Salah satunya Sate Pak Jede yang berlokasi di tengah perkotaan Jogja. Di masa Iduladha lalu, warung yang juga menjual aneka makanan khas kota setempat itu ramai dikunjungi wisatawan domestik. Rasanya yang khas dan lokasi yang strategis menjadi alasan mereka mengunjungi tempat ini.
Mai Ervina, salah seorang wisatawan asal Jakarta mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke warung ini setiap dirinya liburan ke Jogja. Pasalnya, di kawasan Jakarta pun cabang Sate Pak Jede juga dibuka, sehingga menurutnya perlu didatangi berulang-ulang. "Paling suka dengan menu kronyos, bumbunya pas dan gurih di mulut," katanya, Kamis (20/7/2024).
BACA JUGA: Pak Jede, Dekatkan Klatak kepada Pencintanya di Jogja
Head Outlet Sate Pak Jede, Bangkit Kurniawan mengatakan selama libur Iduladha lalu pengunjung meningkat cukup signifikan. H+2 Iduladha warung tersebut baru buka dan peningkatan kunjungan mencapai 20%-50% dibandingkan hari biasa. "Selama libur Iduladha lalu itu bisa menghabiskan 4-6 ekor kambing. Kalau hari biasa hanya 3-4 ekor," kata dia.
Peningkatan kunjungan itu disinyalir akibat cukup banyaknya warung sate dan olahan daging yang tutup, sehingga banyak yang berkunjung ke warung itu. Tiga menu yang paling banyak dipesan yakni sate klatak, krenyos dan sate hot plate. "Satai klatak khas Jejeran memang paling banyak disukai dan jadi khas warung ini karena rasanya yang gurih asin dan dipadukan dengan kuah gulai," ujarnya.
Tak hanya menjual olahan daging, warung ini pun juga menyediakan aneka bakmi. "Ini bentuk layanan kami karena kadang tidak semua yang datang ke sini suka daging kambing. Jadi bisa pesan bakmi yang juga khas Jogja," katanya.
Selain warga setempat, banyak pula wisatawan yang berkunjung ke warung ini untuk mencicipi sate khas Jejeran mulai dari wisatawan asal Bandung, Jakarta dan Jawa Tengah. "Kami buka di area tengah kota agar gampang dijangkau oleh masyarakat, potensinya juga besar meskipun tidak di Imogiri."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
Pertamina Patra Niaga mempromosikan wisata Lombok lewat MyPertamina Your Journey Partner selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Imigrasi Kulonprogo membentuk Timpora di Bandara YIA untuk memperkuat pengawasan WNA, menyusul temuan cairan etomidate yang dibawa WN Italia.
Polres Bantul mengerahkan sekitar 900 personel untuk mengamankan laga PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Sabtu (10/10).
GP Singapura tetap berjalan sesuai agenda meski terdampak kabut asap. Lando Norris berharap McLaren segera mengatasi masalah performa mobil.
ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja menghadirkan perjalanan gastronomi Nusantara melalui kolaborasi chef Indonesia dalam Wonderful Indonesia Gastronomy