Belasan Dapur MBG di Sleman Masih Berhenti Beroperasi
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Ilustrasi tanaman kakao./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY akan menggelar Festival Cokelat Nglanggeran 2024 di Kawasan Embung Nglanggeran Gunungkidul mulai Kamis (5/9/2024) sampai Sabtu (7/9/2024). Festival ini diadakan di Nglanggeran lantaran kawasan tersebut merupakan ikon kakao di DIY.
Pemerintah Kalurahan Nglanggeran pun telah bersiap untuk menghadirkan produk olahan kakao mereka.
Plt. Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan gelaran festival tersebut merupakan upaya mengembangkan potensi kakao di Nglanggeran. Pasalnya, potensi kakao di Nglanggeran terbilang besar.
Produktivitas tanaman dan lahan kakao yang ada di Nglanggeran, menurut dia masih dapat dioptimalkan. Peningkatan jumlah tanaman perlu diiringi peningkatan kualitas pohon. Dengan begitu produksi kakao dapat melimpah. “Harga jual cokelat juga cukup bagus. Artinya dari sisi potensi kami ada dan tersedia. Kemudian pasar juga cukup luas. Makanya kami berupaya mengembangkan dan mengenalkan kepada masyarakat,” kata Hery dihubungi, Rabu (28/8/2024).
Hery juga berharap pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat bersama-sama menggali potensi yang masih ada di Nglanggeran dalam pengembangan kakao.
Dalam festival tersebut, DPKP akan menghadirkan bermacam kegiatan seperti lomba olahan makanan dan minuman berbahan baku cokelat dan pameran produk olahan cokelat masyarakat lewat stan-stan yang ada. Buyer lokal pun akan hadir. “Kami tidak mengundang buyer nasional. Kakao di sini saja sudah terserap habis di pasar lokal. Peserta besok juga kemungkinan dari Kulonprogo,” katanya.
Lurah Nglanggeran, Widada berharap festival yang akan digelar di wilayahnya dapat berdampak terhadap pengembangan usaha kecil menengah (UKM), sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
BACA JUGA: Upaya Menjaga Kualitas Biji Kakao Nglanggeran Terganggu Tengkulak
Selain itu, dia berharap kunjungan wisatawan dapat meningkat seiring berbagai kegiatan yang digelar di Nglanggeran.
Ketua BUMDes Nglanggeran, Ahmad Nasrodin mengatakan pihaknya akan menghadirkan produk olahan kakao melalui Kelompok Griya Cokelat dan Omah Kakao.
Nasrodin juga telah mengatakan bahwa kakao hasil fermentasi memiliki harga tinggi. Ini menjadi ruang masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
Harga pasar kakao fermentasi tingkat internasional per kilogram (kg) saat ini mencapai Rp168.000. Adapun BUMDes Nglanggeran membanderaol dengan Rp110.000–Rp120.000 per kg.
Meski begitu, Nasrodin mengaku saat ini sedang marak praktik tebus biji kakao basah dengan harga tinggi di Kapanewon Patuk oleh tengkulak. Per kg kakao basah dapat dihargai Rp100.000. Praktik ini memunculkan persoalan tersendiri terhadap upaya menjaga kualitas kakao Nglanggeran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
ARTJOG 2026 menampilkan instalasi Putud Utama dan Rara Kuastra yang mengangkat jejak leluhur Suku Kaili serta sejarah Sulawesi Tengah.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Sabtu.
Timnas Indonesia naik ke posisi kedua klasemen Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Timor Leste 3-0. Simak klasemen lengkapnya.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke final DC Open 2026 usai menang 6-1, 6-1 atas pasangan China di semifinal.