PAW Lurah Sleman Tunggu Perbup, Ini Daftar 5 Kalurahan dan Alasannya
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Ilustrasi tanaman kakao./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY akan menggelar Festival Cokelat Nglanggeran 2024 di Kawasan Embung Nglanggeran Gunungkidul mulai Kamis (5/9/2024) sampai Sabtu (7/9/2024). Festival ini diadakan di Nglanggeran lantaran kawasan tersebut merupakan ikon kakao di DIY.
Pemerintah Kalurahan Nglanggeran pun telah bersiap untuk menghadirkan produk olahan kakao mereka.
Plt. Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan gelaran festival tersebut merupakan upaya mengembangkan potensi kakao di Nglanggeran. Pasalnya, potensi kakao di Nglanggeran terbilang besar.
Produktivitas tanaman dan lahan kakao yang ada di Nglanggeran, menurut dia masih dapat dioptimalkan. Peningkatan jumlah tanaman perlu diiringi peningkatan kualitas pohon. Dengan begitu produksi kakao dapat melimpah. “Harga jual cokelat juga cukup bagus. Artinya dari sisi potensi kami ada dan tersedia. Kemudian pasar juga cukup luas. Makanya kami berupaya mengembangkan dan mengenalkan kepada masyarakat,” kata Hery dihubungi, Rabu (28/8/2024).
Hery juga berharap pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat bersama-sama menggali potensi yang masih ada di Nglanggeran dalam pengembangan kakao.
Dalam festival tersebut, DPKP akan menghadirkan bermacam kegiatan seperti lomba olahan makanan dan minuman berbahan baku cokelat dan pameran produk olahan cokelat masyarakat lewat stan-stan yang ada. Buyer lokal pun akan hadir. “Kami tidak mengundang buyer nasional. Kakao di sini saja sudah terserap habis di pasar lokal. Peserta besok juga kemungkinan dari Kulonprogo,” katanya.
Lurah Nglanggeran, Widada berharap festival yang akan digelar di wilayahnya dapat berdampak terhadap pengembangan usaha kecil menengah (UKM), sehingga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
BACA JUGA: Upaya Menjaga Kualitas Biji Kakao Nglanggeran Terganggu Tengkulak
Selain itu, dia berharap kunjungan wisatawan dapat meningkat seiring berbagai kegiatan yang digelar di Nglanggeran.
Ketua BUMDes Nglanggeran, Ahmad Nasrodin mengatakan pihaknya akan menghadirkan produk olahan kakao melalui Kelompok Griya Cokelat dan Omah Kakao.
Nasrodin juga telah mengatakan bahwa kakao hasil fermentasi memiliki harga tinggi. Ini menjadi ruang masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
Harga pasar kakao fermentasi tingkat internasional per kilogram (kg) saat ini mencapai Rp168.000. Adapun BUMDes Nglanggeran membanderaol dengan Rp110.000–Rp120.000 per kg.
Meski begitu, Nasrodin mengaku saat ini sedang marak praktik tebus biji kakao basah dengan harga tinggi di Kapanewon Patuk oleh tengkulak. Per kg kakao basah dapat dihargai Rp100.000. Praktik ini memunculkan persoalan tersendiri terhadap upaya menjaga kualitas kakao Nglanggeran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Begini cara membaca nilai TKA 2026 lengkap dengan arti skor, kategori hasil ujian, dan syarat mendapatkan predikat istimewa.
Prabowo Subianto membagikan 109 hewan kurban untuk warga Babakan Madang, Bogor, menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperketat pengawasan hewan kurban Iduladha 2026 untuk mencegah penyakit ternak di lokasi penjualan.
PLTA Upper Cisokan 1.040 MW diproyeksikan menjadi pumped storage pertama di Indonesia untuk menopang sistem listrik energi hijau.
Dokter mengingatkan risiko konsumsi daging kurban berlebihan saat Idul Adha. Simak batas aman dan tips sehat agar terhindar hipertensi dan kolesterol.