Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Komunitas Drama Vespa bersiap berangkat dalam ekspedisi kopi nusantara menuju Sabang, Senin (14/10/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah misi unik dilakukan komunitas pengendara vespa Jogja bernama Drama Vespa. Komunitas ini melakukan ekspedisi besar menuju Sabang dengan melintasi Pulau Sumatera untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap kekayaan kopi Nusantara.
Koordinator Drama Vespa, Muhammad Yuniar, mengungkapkan ekspedisi ini merupakan upaya untuk lebih mengenalkan kopi-kopi lokal Indonesia. "Kami ingin menghubungkan passion kami terhadap vespa dengan kekayaan kopi Nusantara," ujar Yuniar, dikutip Rabu (16/10/2024).
Ekspedisi ini dikuti delapan pengendara vespa dan lima staf pendukung. Mereka telh memulai perjalanan dari Jogja pada Senin (14/10/2024) lalu bertolak menuju Sabang atau kota yang berada di ujung barat Indonesia. Sabang dipilih sebagai tujuan akhir karena dianggap sebagai titik paling strategis untuk mengakhiri petualangan motor. "Sabang itu ibarat, seperti naik haji bagi anak motor dan vespa," ucapnya.
BACA JUGA : Puluhan Rider Vespa Jogja Rayakan HUT RI dengan Touring ke Baubau, Begini Cerita Serunya
Ekspedisi Drama Vespa direncanakan akan berlangsung selama beberapa bulan, dengan rute yang melintasi berbagai kota di Sumatera, termasuk Sukabumi, Lampung, Batam, Bangka, Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, dan Medan.
Di setiap kota yang dikunjungi, tim Drama Vespa akan mengadakan acara khusus untuk memperkenalkan kopi lokal kepada komunitas vespa dan pecinta kopi. Mereka juga akan menyajikan kopi hasil riset mereka kepada masyarakat. "Kami ingin semua orang bisa merasakan kekayaan rasa kopi Nusantara," ujar Yuniar.
Tim ekspedisi jalur darat ini tidak hanya akan menikmati keindahan alam Sumatera, tetapi juga akan melakukan riset mendalam tentang kopi di setiap daerah yang dikunjungi. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Imah Kopi Jogja dengan tujuan memperkuat fokus pada eksplorasi kopi lokal.
"Kami akan mencari biji kopi terbaik di setiap daerah, dari proses pengolahan hingga cita rasanya," kata Yuniar.
Direktur RFS yang menaungi Imah Kopi Nana A Hanafi mengungkapkan dukungan ekspedisi kopi melalui komunitas itu digelar semata-mata untuk mengembangkan produk kopi lokal. Oleh karena itu varietas kopi lokal tersebut harus dikumpulkan kemudian diolah sedemikian rupa.
"Kami ingin menjadi pemimpin di industri kopi dengan mengumpulkan semua varietas kopi terbaik di Indonesia," kata Hanafi.
BACA JUGA : Tak Dikunci Setang, Vespa Senilai Rp53 Juta Hilang di Parkiran Studio
Tim ekspediai diperkirakan akan menemui sejumlah tantangan karena jarak tempuh yang cukup jauh, kondisi jalan yang beragam, dan cuaca yang tidak menentu. Akan tetapi Yuniar menegaskan semangat untuk mengeksplorasi kopi Nusantara menjadi motivasi utama timnya. Ia berharap ekspedisi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri kopi Indonesia.
"Kami ingin kopi Indonesia semakin dikenal dan dihargai di kancah internasional," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.