Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Sumber foto:Google Maps
Harianjogja.com, JOGJA—Rasa-rasanya, setiap kampus memiliki warung 'jagoan' bagi mahasiswa-mahasiswinya. Perkenalkan, warung jagoan warga Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja, yaitu Warung Makan Gajebo Aa' Nana Mpok Lela.
Hanya sebatas saran, bagi masyarakat yang hendak mencoba makan ayam gajebo, maka datang lah di jam-jam nanggung. Hindari mampir ke sini pada waktu-waktu makan siang. Hal itu lantaran kita akan berjuang dengan keramaian warung gajebo, terutama dengan para mahasiswa-mahasiswi UII Jogja.
Meski memang perjuangan itu akan setimpal dengan makanan yang tersedia di Warung Makan Gajebo Aa' Nana Mpok Lela. Secara garis besar, ayam gajebo berbentuk potongan daging ayam goreng dengan balutan tepung. Sehingga ada nuansa renyah di luar dan lembut di dalam.
Potongan ayam dan tepung berbalut dengan bumbu khas. Bumbunya bisa berupa kecap, rica-rica, hingga ca kangkung. Pengunjung masih bisa menambah sayuran, misalnya pokcoy, kol, atau bakwan sayur. Di samping ayam gajebo, ada pula alternatif menu lain seperti mie gajebo dan mie dok-dok.
Untuk harga ayam gajebo per porsi mulai dari Rp13.000. Bagi masyarakat yang hendak mencicipi ayam gajebo di sini, maka bisa langsung menuju ke Tanjung Manding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Ancer-ancernya, dari pintu masuk utama UII Jogja, belok kiri pada perempatan pertama.
Bagi yang jauh dari UII Jogja, bisa mencoba ayam gajebo di cabang lain. Salah satunya berada di Depok, Sleman. Jam operasional Warung Makan Gajebo Aa' Nana Mpok Lela mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.
Salah satu pengunjung Warung Makan Gajebo Aa' Nana Mpok Lela, Fitra Arie Budiawan, mengatakan bahwa dia merupakan pelanggan dari zaman kuliah sampai setelah lulus. Menu favoritnya ayam gajebo dan mie gajebo.
"Ayam capcay gajebo juga patut dicoba. Karena capcay dicampur ayam krispi itu salah satu perpaduan buat makan sayur yang enak. Seperti kebanyakan warung makan di Jogja, nasi ambil sendiri sepuasnya dan juga tersedia sayur sop, maupun gorengan untuk tambahan topping," katanya.
Pengunjung lainnya, Rizky D. Novyantika, mengatakan makanan di tempat ini menjadi favoritnya sejak zaman kuliah. "Balik lagi ke sini rasanya masih sama banget," katanya. "Enggak akan nyesel sih makan ini, enggak akan bosen-bosen juga karena seenak itu."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.