Pasar Burung Singosaren Tambah Pasaran Paing, Ini Alasannya
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Suasana destinasi wisata mangrove Pantai Baros yang kerap dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan alam di pantai selatan Bantul belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Kawasan wisata Pantai Baros, Bantul, menyimpan potensi besar sebagai destinasi edukatif yang menggabungkan konservasi mangrove dan wisata alam seperti camping, memancing, hingga kegiatan akademik. Libur panjang akhir pekan bisa dimanfaatkan dengan berkunjung dan berpelesir ke tempat ini.
Setiyo, perwakilan komunitas pemuda-pemudi Baros menjelaskan bahwa kawasan Baros kerap menjadi tujuan kegiatan akademisi, riset, dan instansi, utamanya dalam konteks edukasi lingkungan dan perencanaan tata ruang.
Menurutnya, sebagian besar inisiatif konservasi dan wisata justru digerakkan oleh pemuda setempat dengan dana dari kas internal.
Baros sendiri telah mengembangkan camping ground sebagai bagian dari diversifikasi wisata. Fasilitas ini mulai dirintis serius sejak 2020, meski embrionya sudah ada sejak awal 2000-an. Saat ini, pengunjung bisa berkemah dengan membayar Rp10.000–Rp15.000, sementara sewa tenda berkisar Rp50.000 untuk kapasitas empat hingga enam orang.
"Namun memang fasilitas penunjang masih terbatas hanya ada sekitar 10 paket tenda, kamar mandi, penerangan, dan satu gazebo," jelasnya, Jumat (30/5/2025).
BACA JUGA: 100 Narapidana Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengawalan Sangat Ketat
"Camping itu bonus. Tapi inti dari semuanya adalah edukasi dan konservasi mangrove. Sayangnya, infrastruktur belum siap menampung banyak tamu. Masih bersifat residential," katanya.
Area ini kerap digunakan wisatawan untuk menikmati suasana sore hari sambil bersantai menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam. Dengan keberadaan sabana yang tak terlalu besar tapi cukup luas, juga menambah kesan asri dan sejuk kawasan setempat.
Hanya saja, luasan mangrove di kawasan Baros kini menyusut drastis. Dari yang sebelumnya 10 hektare, kini tersisa sekitar 5–6 hektare akibat abrasi, terutama sejak Badai Cempaka 2018 yang menggerus hingga 5 hektare lahan.
"Yang paling parah ya pas badai itu. Banyak pohon pelindung seperti waru, pandan, dan mangrove yang berumur 25 tahun tumbang karena akarnya dangkal dan tanahnya terkikis gelombang," jelas Setiyo.
Kini, tantangan terbesarnya adalah menjaga kawasan tetap lestari di tengah keterbatasan fasilitas dan dukungan. “Konservasi adalah ruh wisata Baros. Kalau tidak ditata berkelanjutan, daya tarik ini bisa hilang,” jelasnya.
Dengan meningkatnya minat wisatawan dan kegiatan akademik, Setiyo berharap ada keseriusan dari pemerintah maupun desa untuk mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan demi menjaga dan mengembangkan ekosistem mangrove Baros sebagai laboratorium alam sekaligus destinasi wisata edukatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.