Dunia Dosen Gelar RPS OBE Masterclass, Tingkatkan Kualitas Pembelajar
Dunia Dosen menghadirkan RPS OBE Masterclass untuk membantu dosen menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education secara terukur dan siap akreditasi.
Wisatawan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Pariwisata mengingatkan wisatawan agar tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan saat berwisata di tengah musim penghujan. Imbauan ini disampaikan melalui Surat Edaran tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman dan bertanggung jawab.
Kiat-kiat yang diberikan mengacu pada imbauan yang dikeluarkan melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola destinasi, dan wisatawan dalam menciptakan aktivitas wisata yang bertanggung jawab dan aman.
"Kementerian Pariwisata mengimbau masyarakat yang merencanakan perjalanan wisata pada musim penghujan, yang dalam waktu dekat ini di periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar selalu memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam berwisata," kata Kementerian Pariwisata di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Masyarakat yang hendak berwisata diharapkan dapat memilih destinasi dan aktivitas wisata yang aman, terutama menghindari kegiatan berisiko tinggi saat terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, atau potensi longsor.
Gunakan moda transportasi yang layak dan memenuhi standar keselamatan dari instansi berwenang untuk mencegah kecelakaan perjalanan.
Kementerian juga menyarankan untuk mematuhi aturan dan informasi di lokasi wisata, termasuk jam operasional, kapasitas pengunjung, serta petunjuk keselamatan dan evakuasi. Akan lebih baik jika informasi itu dicari sebelum berkunjung guna mengefisienkan waktu kunjungan dan lebih nyaman berkunjung.
Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan asuransi perjalanan atau perlindungan wisata, terutama pada destinasi berisiko tinggi, sesuai imbauan dalam surat edaran.
Kementerian Pariwisata turut mendorong wisatawan maupun pengelola destinasi wisata untuk menerapkan manajemen risiko destinasi pariwisata, khususnya pada destinasi yang memiliki tingkat risiko tinggi, dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata.
Pengelola juga diminta untuk memedomani modul terkait CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), penanggulangan kebencanaan, serta pengelolaan pengunjung sebagai acuan dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi.
Selain itu, perhatikan informasi cuaca dan potensi bencana dari BMKG serta mengikuti arahan BNPB dan BPBD setempat sebelum dan selama perjalanan.
"Wisatawan diharapkan dapat tetap berwisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan selama musim penghujan, serta turut berperan aktif dalam menciptakan pariwisata yang tangguh, berkelanjutan, dan berkeselamatan," tambah kementerian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dunia Dosen menghadirkan RPS OBE Masterclass untuk membantu dosen menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education secara terukur dan siap akreditasi.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.