PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Wisatawan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Pariwisata mengingatkan wisatawan agar tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan saat berwisata di tengah musim penghujan. Imbauan ini disampaikan melalui Surat Edaran tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman dan bertanggung jawab.
Kiat-kiat yang diberikan mengacu pada imbauan yang dikeluarkan melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola destinasi, dan wisatawan dalam menciptakan aktivitas wisata yang bertanggung jawab dan aman.
"Kementerian Pariwisata mengimbau masyarakat yang merencanakan perjalanan wisata pada musim penghujan, yang dalam waktu dekat ini di periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar selalu memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam berwisata," kata Kementerian Pariwisata di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Masyarakat yang hendak berwisata diharapkan dapat memilih destinasi dan aktivitas wisata yang aman, terutama menghindari kegiatan berisiko tinggi saat terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, atau potensi longsor.
Gunakan moda transportasi yang layak dan memenuhi standar keselamatan dari instansi berwenang untuk mencegah kecelakaan perjalanan.
Kementerian juga menyarankan untuk mematuhi aturan dan informasi di lokasi wisata, termasuk jam operasional, kapasitas pengunjung, serta petunjuk keselamatan dan evakuasi. Akan lebih baik jika informasi itu dicari sebelum berkunjung guna mengefisienkan waktu kunjungan dan lebih nyaman berkunjung.
Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan asuransi perjalanan atau perlindungan wisata, terutama pada destinasi berisiko tinggi, sesuai imbauan dalam surat edaran.
Kementerian Pariwisata turut mendorong wisatawan maupun pengelola destinasi wisata untuk menerapkan manajemen risiko destinasi pariwisata, khususnya pada destinasi yang memiliki tingkat risiko tinggi, dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata.
Pengelola juga diminta untuk memedomani modul terkait CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), penanggulangan kebencanaan, serta pengelolaan pengunjung sebagai acuan dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi.
Selain itu, perhatikan informasi cuaca dan potensi bencana dari BMKG serta mengikuti arahan BNPB dan BPBD setempat sebelum dan selama perjalanan.
"Wisatawan diharapkan dapat tetap berwisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan selama musim penghujan, serta turut berperan aktif dalam menciptakan pariwisata yang tangguh, berkelanjutan, dan berkeselamatan," tambah kementerian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.