Skandal Prostitusi Anak di Italia, Bastoni dan 3 Pemain Lain Diperiksa
Alessandro Bastoni menjadi subjek penyelidikan kejaksaan Milan dalam kasus dugaan prostitusi anak di bawah umur yang masih terus didalami.
Jepang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Layanan pengasuh anak berbahasa asing mulai berkembang di Jepang, menyasar wisatawan kelas atas dengan tarif mulai Rp5,6 juta.
Berbeda dengan penitipan anak biasa, layanan ini menawarkan program interaktif khusus. Hal ini memungkinkan orang tua dan anak menikmati waktu liburan dengan cara masing-masing.
Kelvin Young, wisatawan asal California, menceritakan pengalamannya menggunakan jasa pengasuh saat berlibur di Tokyo pada November lalu. Ia menitipkan kedua putrinya yang berusia 5 dan 2 tahun di hotel selama empat jam.
Selama waktu tersebut, Kelvin dan istrinya dapat menikmati santap malam di restoran sushi kelas atas yang biasanya tidak ramah bagi anak kecil. Sementara itu, anak-anak mereka tetap produktif dengan berbagai aktivitas edukatif.
“Keesokan paginya, kedua anak kami dengan antusias memamerkan kerajinan tangan yang dibuat bersama pengasuh,” kenang Kelvin.
Tarif Premium dan Aktivitas Unik
Salah satu penyedia jasa terkemuka, Synk Inc., perusahaan asal Kamakura, memiliki tim pengasuh bersertifikat nasional yang fasih berbahasa Inggris. Sejak diluncurkan pada April 2025, mereka telah melayani lebih dari 50 pesanan dari turis asing.
Harga yang ditawarkan tergolong premium, yakni mulai dari 54.000 yen atau sekitar Rp5,6 juta untuk durasi tiga jam. Selain penjagaan di hotel, para pengasuh juga mengajak anak-anak melakukan aktivitas unik, seperti:
- Meditasi Zen di kuil.
- Berkunjung ke taman kanak-kanak lokal.
- Membuat kerajinan tangan tradisional.
"Kami ingin memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, sehingga orang tua bisa menikmati waktu mereka sendiri tanpa was-was," ujar Saya Sugahara, Presiden Synk, dikutip dari Kyodo, Senin (29/12/2025).
Langkah serupa diambil oleh Poppins Corp. yang berbasis di Tokyo dengan gencar merekrut pengasuh lintas bahasa. Bahkan, hotel ternama seperti Nagoya Marriott Associa Hotel kini menyediakan sistem pemesanan pengasuh secara daring bagi tamu mereka.
Data pemerintah menunjukkan, dari 36,8 juta turis asing yang mengunjungi Jepang pada 2024, sekitar 690.000 di antaranya adalah balita di bawah usia empat tahun.
Akane Kakishima, peneliti senior di Japan Travel Bureau Foundation, menyatakan layanan ini berpotensi besar mendorong pertumbuhan "ekonomi malam" (nighttime economy). Dengan adanya pengasuh tepercaya, wisatawan dewasa memiliki peluang lebih besar untuk menikmati berbagai aktivitas hiburan dan kuliner setelah matahari terbenam, yang pada akhirnya meningkatkan pengeluaran wisata di Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alessandro Bastoni menjadi subjek penyelidikan kejaksaan Milan dalam kasus dugaan prostitusi anak di bawah umur yang masih terus didalami.
Lenovo luncurkan AI Student Phone tanpa game dan medsos. Fokus belajar, dilengkapi kontrol orang tua dan pelacakan GPS.
Menko Muhaimin pastikan pasien kronis tetap terlindungi JKN. Pemerintah siapkan tambahan anggaran Rp20 triliun untuk layanan kesehatan.
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.