Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Museum Nasional Indonesia menyesuaikan harga tiket masuk. Lansia, disabilitas, dan anak yatim piatu tetap gratis. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kebudayaan menyesuaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia sebagai upaya meningkatkan apresiasi publik terhadap warisan sejarah, dengan tetap memberikan akses gratis bagi lansia, penyandang disabilitas, dan anak yatim piatu.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kebijakan penyesuaian tarif ini juga diikuti dengan pemberian harga khusus bagi pelajar dan pengunjung rombongan. Langkah tersebut diambil agar museum tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga pusat pembelajaran sejarah yang berkelanjutan dan bernilai.
Menurut Fadli, harga tiket museum di Indonesia masih relatif murah jika dibandingkan dengan museum-museum di luar negeri, khususnya di Eropa, yang mematok tarif belasan hingga puluhan euro. Dengan penyesuaian harga, pengunjung diharapkan semakin menghargai koleksi dan peran museum dalam menjaga memori peradaban bangsa.
“Kita juga mulai menyesuaikan harga tiket supaya ada semakin apresiasi. Kecuali mungkin kepada disabilitas, berusia lanjut, dan juga anak yatim piatu itu juga bebas [gratis],” kata Fadli Zon di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu.
Sementara untuk pengunjung yang masih berstatus pelajar, grup, mereka juga mendapatkan harga spesial. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada Musuem itu sendiri.
Harga masuk ke museum di Indonesia ini, masih terlalu murah. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, mereka sudah menerapkan harga yang cukup tinggi bisa mencapai 65 euro.
“Karena kalau di luar negeri, memang masuk museum itu juga cukup tinggi. Kalau kita lihat di Eropa, itu rata-rata paling murah itu 12 euro, ada yang 15 euro, ada yang 20 euro, bahkan ada yang 65 euro. Di kita ini semua masih terjangkau,” ujar dia.
Penyesuaian biaya masuk ini juga turut dibarengi dengan hadirnya beragam fasilitas dan juga koleksi-koleksi bersejarah baru yang dapat ditemui di museum tersebut.
Dengan begitu, mereka yang membayar dapat lebih memahami peradaban Indonesia melalui koleksi-koleksi bersejarah yang memang tidak dapat ditemui di manapun.
Saat ini, Museum nasional Indonesia sedang menggelar pameran koleksi Manusia Jawa (Javaman) yang merupakan Pithecanthropus erectus atau Homo erectus yang baru kembali dari Belanda, setelah 130 tahun lebih.
Museum ini juga banyak menyajikan koleksi bersejarah yang diyakininya dapat menarik minat pengunjung untuk mengetahui peradaban Indonesia. Salah satunya adalah lukisan-lukisan purba yang ditemukan di Maros Pangep, Provinsi Sulawesi Selatan.
Saat ini, harga Museum Nasional Indonesia untuk masyarakat umum dibanderol dengan harga Rp50 ribu, dan pelajar cukup membayar Rp30 ribu.
Penyesuaian tiket Museum Nasional Indonesia dibarengi dengan peningkatan fasilitas serta penambahan koleksi bersejarah, termasuk pameran Manusia Jawa dan artefak purba Nusantara, sehingga masyarakat dapat menikmati pengalaman edukatif yang lebih berkualitas dan bermakna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.