Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Candi Borobudur - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah Situs Warisan Dunia Unesco menjadi indikator kuat daya tarik wisata global karena mencerminkan pengakuan internasional atas nilai budaya dan alam suatu negara, sekaligus berpengaruh langsung terhadap arus kunjungan wisatawan dunia. Italia, China, hingga Spanyol tercatat sebagai negara dengan konsentrasi situs terbanyak, sementara Indonesia juga memiliki sejumlah warisan dunia yang terus dikembangkan melalui pelestarian berkelanjutan.
Pengakuan Unesco diberikan kepada lokasi yang memiliki nilai budaya atau alam luar biasa bagi umat manusia, mulai dari kota bersejarah, situs arkeologi, hingga bentang alam unik yang dilindungi melalui Konvensi Warisan Dunia Unesco. Keberadaan situs-situs ini tidak hanya menjaga jejak sejarah peradaban, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati global.
Italia Pimpin Dunia dengan 60 Situs Warisan Dunia Unesco
Italia menempati peringkat teratas dunia dengan total 60 Situs Warisan Dunia Unesco. Capaian ini mencerminkan panjangnya perjalanan sejarah Italia, dari kejayaan Romawi Kuno, masa Renaisans, hingga perkembangan kota-kota abad pertengahan yang masih terjaga.
Sejumlah situs ikonik di negara ini antara lain pusat bersejarah Roma, Venesia beserta lagunanya, Pompeii dan Herculaneum, Pegunungan Dolomit, serta pusat bersejarah Siena yang menjadi magnet wisata budaya dunia.
China Miliki 59 Situs Warisan Dunia Unesco
China berada di posisi kedua dengan 59 Situs Warisan Dunia Unesco yang merepresentasikan peradaban panjang dan pengaruh besarnya dalam sejarah dunia. Situs-situs tersebut mencakup peninggalan kekaisaran, mahakarya teknik kuno, hingga kawasan alam spektakuler.
Beberapa yang paling dikenal secara global meliputi Tembok Besar China, Forbidden City di Beijing, Tentara Terakota di Xi’an, Gunung Huangshan, serta Taman Nasional Lembah Jiuzhaigou.
Jerman Catat 54 Situs Warisan Dunia Unesco
Jerman menempati urutan ketiga dengan 54 Situs Warisan Dunia Unesco yang menampilkan keragaman warisan sejarah dan arsitektur. Daftar ini mencakup katedral abad pertengahan, istana kerajaan, kawasan industri bersejarah, hingga pencapaian arsitektur modern.
Katedral Cologne, Kediaman Würzburg, Istana Raja Ludwig II di Bavaria, Distrik Speicherstadt dan Kontorhaus di Hamburg, serta Pulau Museum Berlin menjadi destinasi unggulan.
Prancis Miliki 53 Situs Warisan Dunia Unesco
Prancis berada di peringkat berikutnya dengan 53 Situs Warisan Dunia Unesco yang mencerminkan kekayaan seni, budaya, dan alamnya. Mulai dari seni gua prasejarah hingga istana dan katedral monumental, warisan Prancis berpengaruh besar terhadap perkembangan peradaban Eropa.
Istana Versailles, Mont-Saint-Michel, Pusat Sejarah Lyon, serta gua-gua prasejarah di Lembah Vézère menjadi tujuan utama wisata sejarah dan budaya.
Spanyol Lengkapi Lima Besar dengan 50 Situs Warisan Dunia Unesco
Spanyol menempati peringkat kelima dunia dengan 50 Situs Warisan Dunia Unesco yang merekam pengaruh lintas peradaban selama berabad-abad. Warisan Romawi, Moor, hingga Zaman Keemasan Spanyol berpadu dalam berbagai situs ikonik.
Alhambra dan Generalife di Granada, Kota Bersejarah Toledo, karya Antoni Gaudí di Barcelona termasuk Sagrada Familia, serta rute ziarah Camino de Santiago menjadi daya tarik utama.
Daftar Situs Warisan Dunia Unesco di Indonesia
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki 10 Situs Warisan Dunia Unesco yang terbagi ke dalam kategori budaya dan alam. Keberadaan situs-situs ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta warisan dunia sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kategori Budaya meliputi Kompleks Candi Borobudur (1991), Kompleks Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), Lanskap Budaya Provinsi Bali dengan sistem Subak (2012), Warisan Pertambangan Batubara Ombilin di Sawahlunto (2019), serta Poros Kosmologis Yogyakarta dan Landmark Bersejarahnya (2023).
Kategori Alam mencakup Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), serta Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004).
Selain itu, sejumlah lokasi seperti Raja Ampat, Wakatobi, Bunaken, hingga Tana Toraja masih berada dalam daftar sementara nominasi Unesco dan terus dikaji untuk diajukan sebagai warisan dunia berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.