Ngaku Polisi, Dua Pria di Banyumas Diduga Peras Remaja
Polresta Banyumas mengungkap kasus pemerasan berkedok anggota polisi terhadap remaja di Desa Pliken dengan dua tersangka.
Gua wareh Salah satu objek wisata alam di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif
Harianjogja.com, PATI—Sorotan terhadap Kecamatan Sukolilo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tak hanya soal kasus hukum yang sempat viral, tetapi juga membuka perhatian pada potensi wisata alam dan budaya yang selama ini sudah berkembang di wilayah tersebut.
Di kawasan perbukitan Pegunungan Kendeng dengan 16 desa, Sukolilo menyimpan beragam destinasi yang tetap ramai dikunjungi wisatawan, bahkan hingga akhir pekan.
Sejumlah objek wisata alam tersebar di berbagai desa, seperti di Gua Wareh, Desa Kedumulyo; air terjun tadah hujan di Desa Sukolilo; serta rawa teratai di Desa Kasiyan.
Selain itu, di Desa Sukolilo juga tengah disiapkan pengembangan wisata kolam renang yang memanfaatkan bekas penampungan air bersih milik PDAM untuk kebutuhan warga.
Camat Sukolilo, Andri Sulaksono, menyebut pengelolaan wisata air tersebut direncanakan melalui badan usaha milik desa (BUMDes), dengan harapan bisa meniru keberhasilan Desa Ponggok di Kabupaten Klaten dalam mengelola wisata air hingga meningkatkan pendapatan desa.
Sebagian objek wisata seperti Gua Wareh dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pati, sementara lainnya dikelola swasta maupun perorangan.
Tak hanya alam, Sukolilo juga dikenal dengan wisata budaya yang khas. Salah satunya Omah Kendeng, rumah tradisional komunitas Sedulur Sikep atau Samin.
Di tempat tersebut, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan gamelan dan tembang Jawa khas komunitas tersebut saat ada kunjungan.
Komunitas ini berakar dari ajaran Samin Surosentiko, tokoh yang dikenal melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda dengan cara menolak pajak dan kebijakan kolonial, sebelum akhirnya diasingkan ke Digul dan Sawahlunto di Sumatera Barat.
Warisan Budaya
Warisan budaya lain yang masih bertahan adalah tradisi meron untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud Ristek sejak 2016.
Tradisi ini digelar setiap tanggal 13 Rabiul awal dan menampilkan kirab gunungan meron berbahan beras ketan yang disusun bertingkat, menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran wisatawan juga ditopang oleh sikap ramah warga setempat. Bahkan sebelum adanya gerakan ramah wisata dari Pemprov Jawa Tengah, masyarakat Sukolilo sudah terbiasa menyambut pengunjung dengan baik sebagai bagian dari budaya sadar wisata.
Keramahan ini menjadi faktor penting dalam menjaga kunjungan wisata, termasuk saat isu hukum di salah satu desa sempat mencuat.
Salah satu pengunjung, Dian, warga dari Pucakwangi di Kabupaten Pati, mengaku tetap datang ke Gua Wareh karena daya tarik alamnya yang unik dan tidak terpengaruh isu tersebut.
Gua Wareh sendiri memiliki luas sekitar 4,5 hektare, dengan lorong berisi aliran sungai sepanjang sekitar 50 meter serta ornamen gambar pewayangan Semar di dalamnya.
Air di dalam gua yang sejuk juga dimanfaatkan pengunjung untuk mandi atau sekadar mencuci muka, menambah pengalaman wisata yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Banyumas mengungkap kasus pemerasan berkedok anggota polisi terhadap remaja di Desa Pliken dengan dua tersangka.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu, 25 Juli 2026. Tersedia 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 hingga Palur.
Indonesia dan tujuh negara mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel di Yerusalem Timur.
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo meminta Nanik S. Deyang tetap membantu BGN sebagai bagian dewan pengawas usai mengundurkan diri.
KPU DIY memutakhirkan data partai politik setiap semester melalui Sipol sebagai persiapan tahapan Pemilu yang dimulai pada pertengahan 2027.