Primbon Jawa Sebut Lima Weton Ini Perlu Waspada Hari Ini
Primbon Jawa menyebut lima weton perlu lebih waspada saat Jumat Pahing. Simak penjelasan dan pantangan menurut tradisi Jawa.
Ilustrasi iklan digital/Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Kampanye pariwisata Skotlandia menuai sorotan setelah diketahui menggunakan foto pemandangan dari China, bukan dari wilayah Highlands yang dipromosikan. Kesalahan ini memicu kritik tajam karena dinilai merusak kredibilitas promosi wisata.
Konten iklan perjalanan bus tersebut sempat beredar luas sebelum akhirnya ditarik setelah warganet menemukan kejanggalan pada detail visual yang tidak sesuai dengan kondisi di Skotlandia.
Kesalahan Terungkap dari Detail Infrastruktur
Iklan yang diprakarsai Transport Scotland awalnya bertujuan mempromosikan program uji coba tarif bus murah sebesar 2 pound sterling atau sekitar Rp45.000. Visual yang ditampilkan berupa jalan berkelok dengan latar pegunungan hijau yang sekilas menyerupai lanskap Highlands.
Namun, warganet menemukan kejanggalan pada pagar pengaman berwarna hijau cerah yang tidak umum digunakan di Skotlandia. Detail tersebut justru identik dengan infrastruktur jalan di China.
Setelah ditelusuri, foto tersebut ternyata berasal dari Pegunungan Changbai di perbatasan China dan Korea Utara.
Konten Langsung Ditarik
Menanggapi temuan tersebut, pihak Transport Scotland segera menarik seluruh materi promosi yang telah terlanjur dipublikasikan, termasuk yang muncul di platform operator seperti Citylink dan Stagecoach.
Juru bicara Transport Scotland menyebut kesalahan tersebut berasal dari agen pemasaran eksternal yang menyediakan materi visual.
"Sebuah gambar yang salah berasal dari agen pemasaran. Gambar telah dihapus dari paket komunikasi mitra," ujarnya, dikutip dari Daily Record.
Kritik Tajam dari Pelaku Pariwisata
Insiden ini memicu kritik dari pelaku industri pariwisata lokal. Direktur Highland Tourism, Willie Cameron, mempertanyakan lemahnya proses verifikasi dalam kampanye tersebut.
Ia menilai kesalahan mendasar seperti ini seharusnya bisa dihindari jika ada proses kurasi yang ketat sebelum publikasi.
"Mengapa tidak ada seorang pun di tim pemasaran di Transport Scotland yang menanyakan di mana foto itu diambil? Mereka seharusnya menggunakan pekerja lokal," tegas Cameron kepada BBC Scotland.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi industri pariwisata global bahwa penggunaan materi visual harus akurat dan autentik, terutama di era digital yang transparan dan mudah diverifikasi publik.
Pemanfaatan fotografer lokal dinilai lebih relevan untuk menjaga identitas daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap promosi yang dilakukan.
Seusai insiden viral ini, pemerintah Skotlandia diharapkan memperbaiki sistem kurasi konten agar kesalahan serupa tidak kembali terulang dalam kampanye berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Primbon Jawa menyebut lima weton perlu lebih waspada saat Jumat Pahing. Simak penjelasan dan pantangan menurut tradisi Jawa.
Kebiasaan langsung cek ponsel saat bangun tidur bisa menjadi tanda kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental dan fokus.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.