1.048 Anak Putus Sekolah di Kulonprogo, Mayoritas SMP
Sebanyak 1.048 anak di Kulonprogo putus sekolah, mayoritas SMP, dengan penyebab ekonomi, sosial, hingga trauma.
Wisatawan dengan penuh riang gembira bermain air di Ekowisata Sungai Mudal belum lama ini. Ke depan, Sungai Mudal akan dijadikan wellnes tourism sehingga lebih mengedepankan wisata yang berkualitas. Harian Jogja/Khairul Ma'arif -
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kawasan Perbukitan Menoreh mulai dilirik sebagai destinasi unggulan berbasis wellness tourism atau wisata kebugaran. Dinas Pariwisata Kulonprogo menargetkan pengembangan pariwisata yang lebih berfokus pada kualitas (quality tourism) dibandingkan kuantitas wisatawan.
Salah satu destinasi yang menyatakan kesiapan adalah Ekowisata Sungai Mudal. Pengelola setempat bahkan telah mulai mengembangkan konsep wisata yang memadukan kebugaran, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Konsep Wellness Dipadukan Budaya Lokal
Pengelola Sungai Mudal, Juwarto, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai paket wisata berbasis kebugaran di kawasan Gunung Tumpeng.
Konsep tersebut mencakup aktivitas seperti meditasi, pijat tradisional, hingga pengalaman berbasis budaya lokal yang tetap menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, kawasan Menoreh memiliki keunggulan dari sisi sosial dan budaya. Sungai Mudal bahkan dikenal sebagai ruang terbuka yang inklusif, di mana berbagai pemeluk agama dan kepercayaan dapat menjalankan aktivitas secara berdampingan.
Akses Jalan Jadi Tantangan Utama
Meski potensi besar sudah terlihat, pengembangan wisata di Menoreh masih menghadapi kendala klasik, yakni aksesibilitas. Jalan menuju kawasan perbukitan dinilai masih kurang ramah bagi wisatawan.
Juwarto menilai, jika infrastruktur jalan diperbaiki, Menoreh memiliki peluang besar untuk berkembang seperti kawasan wisata perbukitan lain di Gunungkidul maupun Wonosobo.
Ia bahkan mengusulkan rekayasa jalan dengan konsep kelokan yang lebih landai, termasuk ide “Kelok Empat” yang terinspirasi dari jumlah wilayah kelurahan di Girimulyo.
Perbaikan Jalan Mulai Dikerjakan
Dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah mulai merespons kebutuhan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Septi Adi, menyebutkan sejumlah ruas jalan akan mendapatkan perbaikan.
Perbaikan difokuskan pada akses menuju Sungai Mudal, khususnya jalur utara dari Sukomoyo hingga Pasar Cublak. Rencana penambalan jalan sepanjang sekitar 800 meter kini telah masuk tahap penganggaran dan proses pengadaan.
Jika berjalan sesuai jadwal, kontrak fisik proyek ditargetkan mulai pada Juni mendatang.
Menuju Wisata Berkualitas
Dengan kombinasi konsep wellness tourism, kekuatan budaya lokal, serta dukungan perbaikan infrastruktur, Perbukitan Menoreh berpeluang besar menjadi destinasi unggulan baru di DIY.
Pendekatan quality tourism yang diusung diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.048 anak di Kulonprogo putus sekolah, mayoritas SMP, dengan penyebab ekonomi, sosial, hingga trauma.
HE 1O1 Yogyakarta Tugu menghadirkan pengalaman menginap dan kuliner bertajuk Rasa Raya Eid Al Adha, guna meramaikan momen Idul Adha dengan sentuhan cita rasa
Aisyiyah menegaskan dakwah kemanusiaan, penguatan Posbakum, dan peran perempuan dalam perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dunia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta Gedung Kelurahan Tegalpanggung tak hanya melayani administrasi, tetapi juga menampung aktivitas warga.
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.