Tren Positif! Perempuan Dominasi Pamong Kalurahan di Kulonprogo
Keterlibatan perempuan dalam birokrasi pemerintahan di tingkat kalurahan atau desa di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren yang sangat positif. Meski posisi po
Wisatawan dengan penuh riang gembira bermain air di Ekowisata Sungai Mudal belum lama ini. Ke depan, Sungai Mudal akan dijadikan wellnes tourism sehingga lebih mengedepankan wisata yang berkualitas. Harian Jogja/Khairul Ma'arif -
Harianjogja.com, KULONPROGO — Kawasan Perbukitan Menoreh mulai dilirik sebagai destinasi unggulan berbasis wellness tourism atau wisata kebugaran. Dinas Pariwisata Kulonprogo menargetkan pengembangan pariwisata yang lebih berfokus pada kualitas (quality tourism) dibandingkan kuantitas wisatawan.
Salah satu destinasi yang menyatakan kesiapan adalah Ekowisata Sungai Mudal. Pengelola setempat bahkan telah mulai mengembangkan konsep wisata yang memadukan kebugaran, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Konsep Wellness Dipadukan Budaya Lokal
Pengelola Sungai Mudal, Juwarto, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan berbagai paket wisata berbasis kebugaran di kawasan Gunung Tumpeng.
Konsep tersebut mencakup aktivitas seperti meditasi, pijat tradisional, hingga pengalaman berbasis budaya lokal yang tetap menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, kawasan Menoreh memiliki keunggulan dari sisi sosial dan budaya. Sungai Mudal bahkan dikenal sebagai ruang terbuka yang inklusif, di mana berbagai pemeluk agama dan kepercayaan dapat menjalankan aktivitas secara berdampingan.
Akses Jalan Jadi Tantangan Utama
Meski potensi besar sudah terlihat, pengembangan wisata di Menoreh masih menghadapi kendala klasik, yakni aksesibilitas. Jalan menuju kawasan perbukitan dinilai masih kurang ramah bagi wisatawan.
Juwarto menilai, jika infrastruktur jalan diperbaiki, Menoreh memiliki peluang besar untuk berkembang seperti kawasan wisata perbukitan lain di Gunungkidul maupun Wonosobo.
Ia bahkan mengusulkan rekayasa jalan dengan konsep kelokan yang lebih landai, termasuk ide “Kelok Empat” yang terinspirasi dari jumlah wilayah kelurahan di Girimulyo.
Perbaikan Jalan Mulai Dikerjakan
Dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah mulai merespons kebutuhan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Septi Adi, menyebutkan sejumlah ruas jalan akan mendapatkan perbaikan.
Perbaikan difokuskan pada akses menuju Sungai Mudal, khususnya jalur utara dari Sukomoyo hingga Pasar Cublak. Rencana penambalan jalan sepanjang sekitar 800 meter kini telah masuk tahap penganggaran dan proses pengadaan.
Jika berjalan sesuai jadwal, kontrak fisik proyek ditargetkan mulai pada Juni mendatang.
Menuju Wisata Berkualitas
Dengan kombinasi konsep wellness tourism, kekuatan budaya lokal, serta dukungan perbaikan infrastruktur, Perbukitan Menoreh berpeluang besar menjadi destinasi unggulan baru di DIY.
Pendekatan quality tourism yang diusung diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keterlibatan perempuan dalam birokrasi pemerintahan di tingkat kalurahan atau desa di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren yang sangat positif. Meski posisi po
Pemprov Jateng menggandeng KPK untuk membenahi tata kelola tambang galian C guna menekan pelanggaran dan mengoptimalkan pendapatan daerah.
IHSG tembus 6.000 setelah melonjak 7,38% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar BEI naik menjadi Rp10.524 triliun meski asing masih net sell.
Pertamina memastikan stok Pertalite aman dan distribusi BBM subsidi di seluruh SPBU berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
DPRD Temanggung menyoroti pengaruh media sosial terhadap anak dan pelajar serta mendorong pengawasan keluarga dan sekolah diperkuat.
Delapan ruang kelas SMA Negeri 1 Cepu mengalami kebocoran. Siswa terpaksa berpindah tempat duduk saat hujan demi menghindari tetesan air.