Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 12 Oktober 2026 di Alkid, Ini Jadwalnya
Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi pelayanan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C sebelum masa berlaku berakhir.
Salah satu kereta api wisata di PG Madukismo Bantul. /Instagram-Humas Jogja.
Harianjogja.com, BANTUL—Wisata PG Madukismo Bantul menjadi salah satu destinasi edukatif yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain mempelajari proses pengolahan tebu menjadi gula, wisatawan juga dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta diesel klasik yang membawa mereka menyusuri kawasan pabrik bersejarah tersebut.
Pengalaman ini menghadirkan perpaduan antara wisata sejarah, edukasi industri, dan nostalgia. Sepanjang perjalanan, pengunjung diajak melihat aktivitas di lingkungan pabrik, termasuk deretan lori pengangkut tebu yang bersiap memasuki area penggilingan. Suasana khas industri gula yang telah bertahan sejak 1955 membuat perjalanan terasa seolah membawa wisatawan kembali ke masa lampau.
Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru (PG-PS Madukismo), Mahmud Safrudin, menjelaskan kereta agrowisata yang menjadi salah satu ikon wisata PG Madukismo mulai dirancang pada 1995. Armada tersebut kemudian resmi dioperasikan untuk mendukung kegiatan wisata edukasi sejak 1997.
Kereta tersebut ditarik lokomotif diesel buatan Jerman Timur yang memiliki kemampuan menarik hingga 15 gerbong dengan kapasitas sekitar 300 penumpang dalam satu perjalanan.
“Kami mendesain wisata edukatif ini dimulai dengan kami jelaskan sedikit tentang pabrik biar tidak awam, jadi saat di sana [pabrik] sudah ada gambaran. Kemudian kita naikkan kereta menuju ke piring,” tutur Mahmud sebagaimana diunggah di akun Instagram Pemda DIY, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Mahmud, program agrowisata ini banyak dimanfaatkan kalangan pelajar, terutama siswa SMK yang menjalani kunjungan industri. Meski demikian, paket wisata edukasi tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum, komunitas, maupun rombongan dari berbagai daerah.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman naik kereta wisata PG Madukismo, layanan tersebut beroperasi setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Adapun layanan pada Jumat hingga Minggu menyesuaikan dengan aktivitas produksi yang berlangsung di pabrik.
“Waktu beroperasi kereta kalau hari Senin-Kamis itu biasanya jam 08.00-14.00 WIB,” jelas Mahmud.
Pengelola menyarankan wisatawan datang saat musim giling tebu untuk memperoleh pengalaman wisata edukasi yang lebih lengkap. Musim giling biasanya berlangsung mulai April atau Mei hingga Oktober setiap tahunnya.
Pada periode tersebut, pengunjung tidak hanya dapat merasakan sensasi menaiki kereta diesel klasik, tetapi juga menyaksikan secara langsung seluruh tahapan produksi gula. Mulai dari proses penerimaan tebu, penggilingan, hingga pengolahan menjadi gula siap konsumsi dapat diamati dari dekat sebagai bagian dari wisata edukasi PG Madukismo Bantul.
Masyarakat yang ingin melakukan reservasi kunjungan, baik secara individu maupun rombongan, dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui akun Instagram resmi pengelola di @madubaru_official untuk mengetahui jadwal, ketentuan, dan paket wisata yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi pelayanan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C sebelum masa berlaku berakhir.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.
Britney Spears merilis lagu arsip She’ll Never Be Me yang ditulis bersama Justin Timberlake. Lagu ini masuk edisi 25 tahun album Britney.