Pemkab Bantul Rem Anggaran BBM agar Layanan Publik Tak Terganggu
Kenaikan harga Pertamax membuat Pemkab Bantul memperketat penggunaan kendaraan dinas dan menekan belanja operasional agar pelayanan publik tetap menjadi priorit
Peserta membawa layang-layang pada Jogja International Kite Festival (JIKF) 2024 di Pantai Parangkusumo, Sabtu (27/7/2024)./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Lapangan Kebonagung, Imogiri, diproyeksikan menjadi pusat perhatian pecinta layang-layang pada Minggu (28/6/2026). Melalui ajang Festival Olahraga Daerah (Forda) II DIY 2026, ratusan karya layang-layang dari berbagai daerah di DIY akan menghiasi langit Bantul dalam kompetisi yang memadukan unsur olahraga rekreasi, kreativitas, dan hiburan keluarga.
Perhelatan ini merupakan bagian dari Forda II DIY 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DIY dengan mengusung tema Bergerak untuk Jogja Bugar dan Sehat. Salah satu induk organisasi olahraga masyarakat yang turut berpartisipasi adalah Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) DIY yang akan menggelar lomba layang-layang antarkabupaten dan kota di DIY.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul sekaligus Ketua Pelangi DIY, Markus Purnomo Adi, mengatakan lomba layang-layang dalam Forda II DIY tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat budaya olahraga masyarakat yang inklusif, kreatif, dan menyenangkan.
“Forda II DIY diselenggarakan sebagai wadah untuk membudayakan olahraga masyarakat yang inklusif sekaligus mempererat persatuan dan keguyuban warga melalui semangat sportivitas dan kegembiraan,” ujar Markus, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Forda II DIY. Selain mengedepankan olahraga rekreasi, perlombaan ini juga diharapkan mampu mendorong kreativitas masyarakat melalui beragam desain layang-layang yang ditampilkan peserta.
Menurut Markus, keikutsertaan Pelangi DIY dalam Forda II menjadi bagian dari upaya memperluas minat masyarakat terhadap olahraga berbasis rekreasi yang dapat dinikmati seluruh kalangan.
“Pelangi DIY merupakan salah satu induk olahraga masyarakat di bawah KORMI DIY yang ikut memeriahkan Forda II tahun ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga rekreasi,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta akan bersaing pada tiga kategori yang dipertandingkan, yakni layang-layang dua dimensi, layang-layang tiga dimensi, dan train naga. Sejumlah kontingen dari Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Jogja dipastikan ambil bagian dalam perlombaan ini.
“Pada Forda II ini, Pelangi akan melombakan tiga kategori layang-layang, yaitu dua dimensi, tiga dimensi, dan train naga,” ujar Markus.
Penilaian dilakukan secara komprehensif, mulai dari tahap persiapan di darat hingga saat layang-layang mengudara. Pada penilaian awal, dewan juri akan mencermati kesesuaian gambar dengan tema yang diangkat peserta, kualitas konstruksi, tingkat kerapian, serta orisinalitas desain berikut perpaduan warnanya.
“Keserasian gambar dengan judul, kerapian konstruksi, serta orisinalitas karya menjadi aspek penting dalam penilaian di bawah,” katanya.
Setelah diterbangkan, aspek yang dinilai meliputi kemampuan terbang, kestabilan saat berada di udara, kemampuan mengangkat badan layang-layang, hingga tampilan visual warna ketika melayang di angkasa.
“Ketika sudah mengudara, yang dinilai adalah proses terbangnya, kestabilan di udara, kemampuan mengangkat badan layang-layang, dan komposisi warnanya,” ungkap Markus.
Setiap kategori nantinya akan menghasilkan tiga pemenang terbaik. Para juara tidak hanya mendapatkan penghargaan dalam Forda II DIY 2026, tetapi juga berpeluang mewakili DIY pada kompetisi layang-layang di level yang lebih tinggi.
“Dalam Forda II ini akan diambil tiga juara untuk setiap kategori dan para pemenang berhak dikirim ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Selain menghadirkan kompetisi, Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 juga diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat ke kawasan Kebonagung. Kehadiran warga untuk menyaksikan perlombaan secara langsung dinilai dapat memperkuat fungsi ruang publik sekaligus mendukung promosi destinasi dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
“Semangat yang ingin dibangun melalui Forda adalah masyarakat yang sehat, bugar, dan gembira. Kami berharap masyarakat bisa ikut merasakan suasana itu melalui kegiatan ini,” kata Markus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan harga Pertamax membuat Pemkab Bantul memperketat penggunaan kendaraan dinas dan menekan belanja operasional agar pelayanan publik tetap menjadi priorit
Swiss mengalahkan Kanada 2-1 lewat dua gol cepat babak kedua dan memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup B.
Kawasan kumuh di Kulonprogo masih mencapai 76 hektare. Pemkab menargetkan pengurangan luasan melalui penataan Giripeni dan penyusunan DED kawasan kumuh.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.