Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Selasa 23 Juni 2026 Lengkap
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Festival Dolanan Anak PlayOn 2026 di Museum Benteng Vredeburg hadirkan 15 permainan tradisional dan beragam aktivitas edukatif selama liburan sekolah. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Museum Sejarah Perjuangan Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan Festival Dolanan Anak PlayOn: Serawung Dolan 2026 sebagai destinasi wisata edukasi keluarga selama masa liburan sekolah. Program yang mengusung tema "Main Terus, Gerak Terus" ini resmi dibuka dan akan berlangsung selama lebih dari satu bulan untuk mengajak masyarakat kembali mengenal permainan tradisional yang sarat nilai budaya, karakter, dan kebersamaan.
Festival yang digelar di halaman barat Museum Benteng Vredeburg pada 24 Juni–28 Juli 2026 tersebut menghadirkan arena bermain interaktif yang dapat dinikmati anak-anak maupun orang dewasa. Selain menjadi ruang rekreasi, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan filosofi dan nilai kehidupan yang terkandung dalam berbagai dolanan tradisional Indonesia.
Penanggung Jawab Museum Benteng Vredeburg, Vincentius Agus Sulistya, mengatakan kehadiran festival permainan tradisional di lingkungan museum sejarah perjuangan mungkin terlihat kontras bagi sebagian masyarakat. Namun, menurutnya, terdapat keterkaitan erat antara semangat kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan dengan dunia anak-anak yang identik dengan kebebasan berekspresi.
"Anak-anak dengan jiwanya itu adalah dunia yang merdeka. Mereka bebas mengapresiasikan apa yang ada di pikirannya tanpa beban apapun. Sebetulnya itulah yang dulu juga diperjuangkan oleh para pejuang kita untuk mencapai kemerdekaan," ujar Vincentius saat memberikan sambutan pada pembukaan festival.
Ia menuturkan salah satu bentuk kemerdekaan anak dapat dilihat dari kesempatan mereka bermain secara bebas menggunakan permainan yang sesuai dengan zamannya. Melalui Festival Dolanan Anak PlayOn: Serawung Dolan 2026, Museum Benteng Vredeburg ingin menghadirkan ruang tersebut sekaligus membangkitkan nostalgia bagi para orang tua yang pernah menikmati permainan tradisional pada masa kecilnya.
Berbagai dolanan tradisional yang dapat dimainkan pengunjung antara lain engklek, cublak-cublak suweng, dakon, bentik, gasing, jamuran, bas-basan, ancak-ancak alis, kalpekel, gatheng, bekel, egrang, yeye, dingklik oglak-aglik, gobak sodor, hingga bakiak.
Menurut Vincentius, setiap permainan tradisional tidak lahir begitu saja. Di balik kesederhanaannya tersimpan filosofi mendalam yang mengajarkan berbagai nilai karakter, seperti tanggung jawab, kejujuran, kebersamaan, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
"Di situ tentunya ada nilai-nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kebersamaan. Sebetulnya di balik permainan itu ada sebuah pelajaran yang kita peroleh. Kadang-kadang para orang tua dulu memberikan pelajaran itu secara tersirat selain yang tersurat melalui ungkapan 'ora ilok'," imbuhnya.
Ia mencontohkan larangan duduk di tengah pintu yang selama ini dikenal sebagai mitos. Menurutnya, pesan tersebut sebenarnya mengandung nilai sosial karena posisi tersebut dapat menghalangi orang yang berlalu lalang. Demikian pula aturan dalam permainan tradisional yang melarang bambu bumbung dibiarkan utuh tergeletak karena berpotensi membuat orang lain tergelincir.
"Nilai-nilai kepedulian sosial seperti itulah yang diwariskan secara tersurat maupun tersirat melalui berbagai permainan tradisional," ujarnya.
Selain arena permainan, Festival Dolanan Anak PlayOn juga menghadirkan sejumlah program pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkunjung yang lebih interaktif. Pengunjung dapat mengikuti Detektif Vredeburg dan VredeQuest, yakni permainan eksplorasi yang mengajak peserta menelusuri cerita sejarah di dalam diorama museum.
Bagi pengunjung yang menyukai tantangan, tersedia pula program Bingo Stamp Hunt yang memungkinkan peserta mengumpulkan cap dari berbagai permainan yang telah dicoba untuk memperoleh pengalaman bermain yang lebih seru dan menantang.
Festival ini juga dilengkapi dengan pemutaran film pendek bertema kebudayaan Indonesia, workshop kerajinan, Panggung Dolanan, serta Musikoloji yang menghadirkan suasana santai melalui pertunjukan musik dan lagu.
Mengusung slogan "Main Terus, Gerak Terus!", PlayOn membawa pesan bahwa bermain bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Bermain juga menjadi ruang belajar, berimajinasi, mengenal budaya, mengembangkan keterampilan, serta mempererat hubungan sosial antarindividu.
Ketua kegiatan, Rr. Muri Kurniawati sekaligus Pamong Budaya Ahli Madya Museum Benteng Vredeburg, mengatakan festival ini mengajak masyarakat kembali menemukan kegembiraan sederhana yang mulai jarang dirasakan di tengah dominasi penggunaan gawai dan dunia digital.
Menurut Muri, PlayOn menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Anak-anak dapat mengeksplorasi permainan tradisional, sementara orang dewasa berkesempatan mengenang masa kecil melalui pengalaman bermain yang sama.
Muri berharap Festival Dolanan Anak PlayOn yang digelar selama masa libur sekolah dapat menjadi alternatif wisata edukasi yang menarik bagi keluarga. Dengan demikian, pengalaman berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg tidak hanya sebatas melihat koleksi sejarah, tetapi juga menciptakan kenangan yang berkesan bagi orang tua dan anak-anak.
Selain menghadirkan berbagai program interaktif melalui PlayOn, Museum Benteng Vredeburg juga menyediakan fasilitas playground gratis yang dapat dimanfaatkan seluruh pengunjung. Area tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk bergerak aktif, bereksplorasi, dan menikmati pengalaman bermain yang menyenangkan di lingkungan museum.
Menurut Muri, keberadaan playground semakin memperkuat posisi Museum Benteng Vredeburg sebagai destinasi wisata edukasi ramah anak yang mampu menggabungkan unsur sejarah, hiburan, dan pembelajaran dalam satu kawasan.
"Melalui kegiatan PlayOn dan adanya fasilitas playground ini, kami ingin menunjukkan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat untuk melihat dan belajar sejarah, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman untuk bermain, berinteraksi, dan menciptakan kenangan bersama keluarga. Harapannya, setiap kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi orang tua maupun anak-anak," tutup Muri.
Sejalan dengan transformasi paradigma permuseuman modern yang semakin partisipatif, Museum Benteng Vredeburg juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas maupun lembaga pendidikan. Keterlibatan publik diharapkan mampu menjadikan museum sebagai ruang budaya yang semakin ramah anak, ramai dikunjungi, serta menghadirkan suasana yang lebih hidup dan gayeng bagi seluruh lapisan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Apindo menilai DSI dapat memperkuat pengawasan ekspor dan menekan praktik under invoicing tanpa menambah beban administratif pelaku usaha.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian pada kasus penyekapan di Bandung dan meminta proses hukum berjalan tegas sesuai aturan berlaku.
Sarjana di Job Fair Kulonprogo berbagi kisah sulit mencari kerja. Ratusan lamaran dikirim, tetapi pekerjaan layak masih sulit didapat.
Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva lolos ke semifinal Bad Homburg Open 2026 usai menang telak 6-1, 6-2 atas pasangan Slovenia.