Desa Adat Sade Terbakar, Pemprov NTB Dorong Wisata Berkelanjutan

Newswire
Newswire Minggu, 23 Agustus 2026 19:57 WIB
Desa Adat Sade Terbakar, Pemprov NTB Dorong Wisata Berkelanjutan

Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (23/8/2026) setelah rumah mereka terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam. Antara/Ahmad Subaidi.\r\n

Harianjogja.com, MATARAM— Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi refleksi untuk membangun destinasi wisata yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan musibah tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mempertahankan daya tarik budaya. Kesiapsiagaan dan mitigasi bencana juga perlu menjadi bagian dari pengembangan destinasi ke depan.

"Musibah kebakaran yang terjadi di destinasi wisata Desa Adat Sade menjadi pengingat bagi kita semua. Di balik duka yang dirasakan, ada pelajaran penting bahwa pengembangan destinasi wisata ke depan harus semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan, termasuk kesiapsiagaan dan mitigasi bencana," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia di Mataram, Minggu.

Material Tradisional Desa Adat Sade Rentan Terbakar

Aulia mengaku turut mendampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang hadir langsung saat penanganan pemadaman kebakaran pada Sabtu (22/8) malam. Dia juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang melanda Desa Adat Sade.

"Musibah ini tidak hanya menjadi duka bagi masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi perhatian bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di NTB," ujar dia.

Menurut Aulia, Desa Adat Sade merupakan warisan budaya dengan keunikan tersendiri. Rumah-rumah adat di kawasan tersebut dibangun menggunakan material tradisional seperti kayu, bambu, dan atap ilalang yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak.

Di sisi lain, material tersebut memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran. Karena itu, langkah mitigasi yang lebih baik dinilai diperlukan tanpa menghilangkan nilai autentik budaya yang menjadi karakter Desa Adat Sade.

"Kita perlu menghadirkan sistem mitigasi bencana yang lebih baik sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan masyarakat dan pengunjung," kata Aulia.

Rekonstruksi Sade Tak Sekadar Bangun Fisik

Pemerintah melihat kejadian kebakaran Desa Adat Sade sebagai perhatian bersama, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa.

"Peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun destinasi wisata yang lebih tangguh terhadap risiko bencana," ujar dia.

Aulia menilai proses rekonstruksi Desa Adat Sade nantinya tidak hanya perlu berfokus pada pembangunan kembali fisik kawasan. Tahapan tersebut diharapkan sekaligus menjadi momentum penerapan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Konsep itu memperhatikan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta mitigasi bencana. Dengan demikian, upaya mempertahankan warisan budaya dapat berjalan bersama dengan peningkatan aspek keselamatan.

"Rekonstruksi Desa Adat Sade hendaknya menjadi momentum untuk menghadirkan destinasi wisata yang semakin berkelanjutan. Pelestarian budaya harus tetap menjadi prioritas, namun di saat yang sama kita perlu memastikan sistem mitigasi bencana yang memadai agar destinasi memiliki ketahanan lebih baik di masa mendatang," kata Aulia menambahkan.

Disparekraf NTB Siap Dukung Rehabilitasi

Lebih lanjut, Aulia mengatakan Disparekraf NTB menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, komunitas adat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Adat Sade agar dapat kembali menjadi destinasi wisata budaya yang lestari, aman, dan berkelanjutan.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan moril kepada masyarakat Desa Adat Sade serta bersama-sama menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan NTB," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online