Sports Tourism Indonesia Berpeluang Jadi Motor Pariwisata

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 23:37 WIB
Sports Tourism Indonesia Berpeluang Jadi Motor Pariwisata

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. /[email protected].

Harianjogja.com, JAKARTA—Wisata olahraga atau sports tourism dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan meningkatnya minat wisatawan terhadap hiburan berbasis olahraga.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan olahraga menjadi salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka karena tren gaya hidup masyarakat Indonesia bergerak ke arah yang sama.

"Peluang ini terasa semakin dekat bagi Indonesia karena gaya hidup masyarakat kita sudah bergerak ke arah yang sama," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Pernyataan itu disampaikan dalam peluncuran "Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata sekaligus memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional" di Gedung Bappenas, Rabu (30/9).

Belanja Wisata Olahraga Besar

Widiyanti mengatakan olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang efektif di tingkat global. Hal itu tercermin dari besarnya minat wisatawan untuk bepergian demi menyaksikan atau menikmati hiburan olahraga.

Mengutip survei Expedia, dia menyebut 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri untuk hiburan olahraga yang mereka inginkan. Rata-rata pengeluaran wisatawan tersebut mencapai 1.500 dollar AS.

Menurut Widiyanti, angka itu bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran wisatawan ke Indonesia saat ini.

Sementara itu, data UN Tourism mencatat wisata olahraga menyumbang 10 persen terhadap total belanja wisatawan global. Kontribusi tersebut diproyeksikan terus bertumbuh sebesar 17,5 persen hingga 2030.

Indonesia dinilai memiliki modal yang kuat untuk menangkap peluang tersebut. Kekayaan alam dan infrastruktur pendukung menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat wisata berbasis olahraga.

MotoGP Mandalika hingga HYROX Jakarta

Sejumlah event olahraga berstandar internasional telah diselenggarakan di Indonesia dan memberikan dampak terhadap pariwisata maupun perekonomian.

Salah satunya MotoGP Mandalika 2025 yang memberikan dampak ekonomi diperkirakan mencapai Rp2,7 hingga 4,7 triliun.

Indonesia juga menggelar HYROX Jakarta pada 27 sampai 28 Juni 2026. Event tersebut diikuti 11.500 peserta dan menjadi event Hyrox dengan jumlah peserta terbesar di Asia Pasifik.

Dari total peserta HYROX Jakarta tersebut, sebanyak 15 persen di antaranya berkewarganegaraan asing.

Selain event berskala internasional, Indonesia memiliki berbagai kegiatan olahraga dengan intellectual property, salah satunya Jakarta International Marathon. Ada pula berbagai event yang menjadi pengungkit destinasi pariwisata Indonesia seperti rangkaian Geopark Run.

Empat Tantangan Sports Tourism

Di balik peluang tersebut, Widiyanti menilai pengembangan wisata olahraga masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah pemerataan. Event olahraga diharapkan dapat menyebar dan tumbuh di setiap daerah, sehingga tidak hanya terkonsentrasi di sebagian destinasi unggulan.

Tantangan lainnya berkaitan dengan konsentrasi kunjungan pada musim puncak penyelenggaraan event. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan tekanan berlebih terhadap kapasitas destinasi, mulai dari ketersediaan akomodasi hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Persoalan keberlanjutan kunjungan di luar masa penyelenggaraan event juga menjadi perhatian.

Selain pemerataan dan keberlanjutan kunjungan, standardisasi layanan, profesionalisme penyelenggara, serta pengelolaan risiko yang baik dinilai menjadi prasyarat mutlak untuk menghadirkan event berkelas dunia.

Dorong Event dengan Karakter Lokal

Kementerian Pariwisata saat ini secara konsisten mendorong pemerintah daerah, kementerian/lembaga, swasta, pemerhati pariwisata lainnya untuk merancang event olahraga yang lahir dari karakter dan keunikan lokal.

Konsep tersebut diharapkan membuat event olahraga tidak sekadar menjadi replikasi format yang telah teruji di tempat lain.

Widiyanti berharap keempat tantangan tersebut dapat diidentifikasi dan menjadi bagian integral dalam penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga yang dimulai bersama pada hari tersebut.

Karena itu, dia mendorong penguatan langkah kolaboratif untuk memperkuat potensi wisata olahraga sebagai salah satu strategi utama meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

"Kami meyakini bahwa desain besar ini akan menjadi fondasi penting yang semakin memperkuat posisi sports tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan. Karenanya kita perlu terus bersinergi agar sports tourism di Indonesia dapat tumbuh menjadi lebih baik," ujar Widiyanti.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online