Survei: 74 Persen Milenial dan Gen Z Anggap Liburan Wajib

Jumali
Jumali Sabtu, 24 Oktober 2026 19:27 WIB
Survei: 74 Persen Milenial dan Gen Z Anggap Liburan Wajib

Foto ilustrasi wisatawan sedang traveling. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Generasi Z (Gen Z) dan milenial semakin memprioritaskan perjalanan wisata dalam perencanaan keuangan dan gaya hidup mereka. Bahkan, sebagian responden dari kedua generasi tersebut bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit demi memperoleh fleksibilitas lebih besar untuk bepergian.

Traveling kini tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas, mencoba pengalaman baru, dan menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Dilansir dari TGM Research, Jumat (23/10/2026), survei American Express Travel 2026 menunjukkan 74% responden milenial dan Gen Z menganggap perjalanan sebagai pengeluaran yang tidak bisa ditawar. Sementara itu, 64% responden dari kedua generasi tersebut bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit jika pekerjaan itu menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk bepergian.  

Temuan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menjadi salah satu prioritas bagi kelompok usia muda. Meski demikian, keinginan untuk berlibur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, waktu luang, dan kebutuhan sehari-hari.

Anggaran Liburan dan Pilihan Perjalanan Gen Z

Berdasarkan laporan Europe Travel Insights 2026 dari TGM Research, sebanyak 50% wisatawan berusia 18–24 tahun di Eropa memilih relaksasi atau liburan pantai sebagai gambaran perjalanan musim panas utama mereka.

Survei terhadap 255 responden dalam kelompok usia tersebut juga menemukan 38% memperkirakan anggaran perjalanan utama mereka pada musim panas 2026 berada di kisaran 500–1.000 euro atau sekitar Rp10,1 juta–Rp20,2 juta per orang.  

Anggaran tersebut memperlihatkan bahwa wisatawan muda tetap mempertimbangkan alokasi biaya ketika merencanakan perjalanan. Mereka dapat membandingkan harga transportasi, menyesuaikan durasi liburan, atau memilih penginapan yang lebih terjangkau agar anggaran mencukupi kebutuhan selama berwisata.

Meski demikian, temuan tersebut berasal dari responden di sejumlah negara Eropa sehingga tidak serta-merta menggambarkan pola pengeluaran seluruh Gen Z, termasuk wisatawan di Indonesia.

Gen Z Mencari Pengalaman Lokal yang Berkesan

Tren perjalanan pada 2026 tidak hanya berpusat pada kunjungan ke tempat wisata populer. Pengalaman yang memungkinkan wisatawan mengenal budaya dan aktivitas lokal juga menjadi pertimbangan penting.

Melalui 2026 Global Travel Trends Report, American Express Travel mencatat 79% responden milenial dan Gen Z kemungkinan akan mencari lokakarya lokal atau aktivitas khas destinasi yang mereka kunjungi pada 2026. Contohnya, mengikuti kelas membuat tortilla di Mexico City atau lokakarya pembuatan parfum di Paris. 

Sebanyak 69% responden dari kedua generasi tersebut menilai membuat sesuatu dengan tangan sendiri sebagai salah satu pengalaman perjalanan yang paling memuaskan. Sementara itu, 82% mengatakan mempelajari keterampilan baru saat bepergian dapat membuat perjalanan lebih berkesan.

Ketertarikan terhadap pengalaman autentik juga terlihat dari pilihan aktivitas wisata. Sebanyak 83% responden milenial dan Gen Z menyatakan lebih mengutamakan pengalaman unik dibandingkan objek wisata populer.

Selain mencari pengalaman yang berbeda, 82% responden dari kedua generasi tersebut menyatakan kemungkinan mencoba sesuatu yang tidak biasa apabila pengalaman itu dapat menjadi cerita menarik untuk dibagikan.  

Kuliner Lokal Jadi Bagian dari Traveling

Kuliner menjadi aspek lain yang mendapat perhatian dalam tren perjalanan 2026. Sebanyak 89% responden milenial dan Gen Z menganggap penting menyediakan waktu untuk menikmati camilan lokal selama perjalanan.

Lebih dari 75% responden dari kedua generasi tersebut juga menyatakan kemungkinan mencari makanan yang sedang viral di destinasi yang mereka kunjungi. Alasan wisatawan mencoba makanan setempat beragam. Sebanyak 66% responden global ingin mencicipi makanan yang tidak tersedia di tempat asal, sedangkan 45% ingin mendukung usaha lokal.

Untuk menemukan camilan khas, 69% responden global mengandalkan pedagang kaki lima atau gerobak makanan. Sebanyak 53% mengunjungi toko roti, sedangkan 50% mencari produk lokal di toko bahan makanan.  

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliner tidak selalu harus dilakukan di restoran mahal. Mencoba jajanan kaki lima atau membeli makanan khas setempat juga menjadi cara wisatawan mengenal cita rasa dan kebiasaan masyarakat di destinasi yang dikunjungi.

Traveling untuk Merayakan Momen Penting

Perjalanan juga dimanfaatkan untuk merayakan momen penting bersama keluarga dan teman. American Express Travel mencatat 66% responden global berencana bepergian pada 2026 untuk merayakan momen penting orang lain, seperti pernikahan, reuni keluarga, atau ulang tahun.

Di antara responden milenial dan Gen Z yang memperpanjang perjalanan untuk menghadiri perayaan tersebut, 49% ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga dan teman. Sebanyak 46% ingin menikmati destinasi sesuai keinginan, sementara 45% memanfaatkan kesempatan itu untuk menjelajahi tempat baru.  

Kecenderungan tersebut memperlihatkan bahwa tujuan perjalanan dapat melampaui agenda utama, seperti menghadiri pesta atau acara keluarga. Sebagian wisatawan memanfaatkan kesempatan itu untuk menambah durasi liburan dan mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Bagi Gen Z dan milenial, traveling pada akhirnya menjadi perpaduan antara kebutuhan beristirahat, keinginan memperoleh pengalaman baru, serta kesempatan membangun kenangan bersama orang terdekat. Namun, prioritas tersebut tetap perlu diimbangi dengan perencanaan anggaran dan pemilihan perjalanan sesuai kemampuan finansial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online